Bentrokan Bersenjata di Myanmar Renggut Lebih Banyak Korban
https://parstoday.ir/id/news/world-i43474-bentrokan_bersenjata_di_myanmar_renggut_lebih_banyak_korban
Korban tewas akibat bentrokan yang sedang berlangsung antara tentara Myanmar dan kelompok yang disebut pendukung Muslim Rohingya, telah mencapai hampir 100 orang, di saat ribuan Muslim baru-baru ini memasuki negara tetangga Bangladesh, melarikan diri dari brutalitas intensif terhadap minoritas oleh kelompok Budhist radikal dan pasukan keamanan.
(last modified 2026-03-21T17:31:19+00:00 )
Aug 28, 2017 06:30 Asia/Jakarta
  • tentara Myanmar
    tentara Myanmar

Korban tewas akibat bentrokan yang sedang berlangsung antara tentara Myanmar dan kelompok yang disebut pendukung Muslim Rohingya, telah mencapai hampir 100 orang, di saat ribuan Muslim baru-baru ini memasuki negara tetangga Bangladesh, melarikan diri dari brutalitas intensif terhadap minoritas oleh kelompok Budhist radikal dan pasukan keamanan.

Sebanyak 98 orang tewas akibat serangan terkoordinasi yang dituding dilakukan gerilyawan yang mengklaim membela Muslim Rohingya, demikian diumumkan pemerintah Myanmar dalam sebuah pernyataan pada hari Ahad (27/8/2017), seraya menambahkan bahwa di antara korban terakhir mencakup sedikitnya 12 anggota pasukan keamanan

Kekerasan terbaru meletus pekan lalu setelah puluhan polisi dan pos perbatasan di negara bagian Rakhine diserang oleh kelompok yang mengaku sebagai pembela minoritas melawan tindakan keras pemerintah di daerah tersebut, yang menjadi tempat tinggal lebih dari satu juta orang Muslim Rohingya.

Rohingya tidak memiliki faksi militan untuk memperjuangkannya tapi polisi di Myanmar dan Bangladesh terus menuding Muslim atas serangan tersebut.

Rakhine telah menjadi lokasi kekerasan komunal sejak tahun 2012. Banyak warga Muslim telah terbunuh sementara puluhan ribu orang terpaksa melarikan diri akibat serangan oleh warga Buddha. Para pengungsi sebagian besar tinggal di kamp-kamp penampungan dalam kondisi mengenaskan.

Dinilai PBB sebagai "kelompok minoritas yang paling teraniaya di dunia," Rohingya berada di bawah pengepungan militer di Rakhine sejak Oktober 2016, ketika pemerintah menggunakan serangan militan yang mematikan terhadap penjaga perbatasan saat itu sebagai dalih untuk memberlakukan pengepungan. Ada banyak laporan saksi mata yang membeberkan aksi eksekusi, pemerkosaan, dan pembakaran oleh pasukan keamanan terhadap warga Muslim Rohingya sejak tindakan keras itu dimulai.(MZ)