Fortify Rights Ungkap Kejahatan Baru Militer Myanmar atas Rohingya
https://parstoday.ir/id/news/world-i43753-fortify_rights_ungkap_kejahatan_baru_militer_myanmar_atas_rohingya
Laporan sejumlah saksi mata di Myanmar, menunjukkan bahwa pasukan negara itu memperlakukan Muslimin Rohingya dengan tindakan paling sadis.
(last modified 2026-03-11T19:12:53+00:00 )
Sep 03, 2017 18:27 Asia/Jakarta
  • Muslim Rohingya
    Muslim Rohingya

Laporan sejumlah saksi mata di Myanmar, menunjukkan bahwa pasukan negara itu memperlakukan Muslimin Rohingya dengan tindakan paling sadis.

IRIB (3/9) melaporkan, menurut keterangan saksi mata, militer Myanmar memenggal kepala anak-anak dan membakar Muslimin Rohingya. Hal itu dianggap telah meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya kejahatan terhadap Muslimin di negara itu.

Pada hari Jumat (1/9) lembaga hak asasi manusia, Fortify Rights merilis laporan mengerikan yang didapat dari pengakuan saksi mata di desa Chut Pyin, wilayah Rathedaung, 27 Agustus 2017 lalu.

"Situasinya mengerikan, pembunuhan massal terus terjadi. Pemerintah dan militer harus mengerahkan seluruh upayanya untuk mencegah terjadinya serangan yang lebih besar," kata Matthew Smith, Kepala Kantor Fortify Rights.

Fortify Rights mewawancarai 24 orang Muslim Rohingya yang selamat dan sejumlah saksi mata serangan yang terjadi pekan lalu di tiga kota, negara bagian Rakhine, yaitu Maungdaw, Buthidaung dan Rathedaung. Para korban selamat dan saksi mata menceritakan terjadinya pembunuhan massal dan pembakaran rumah oleh militer Myanmar, polisi, Lon Tein (penjaga keamanan) dan warga sipil bersenjata.

Sultan Ahmed, 27 tahun, korban selamat yang diwawancarai Fortify Rights mengatakan, penduduk sipil bersenjata dari sebuah desa, dibantu militer Myanmar membunuhi Muslimin Rohingya. Sebagian mereka dipenggal dan banyak yang dimutilasi. Kami bersembunyi di rumah saat penduduk sipil bersenjata itu memenggal orang, dan kami melarikan diri dari pintu belakang.

PBB, Sabtu (2/9) mengumumkan, 60 ribu Muslimin Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh menyusul serangan baru yang dilancarkan militer Myanmar terhadap mereka. (HS)