Menlu Turki Sebut Eropa Brutal dan Fasis
-
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, mengkritik pernyataan Kanselir Jerman Angela Merkel dengan mengatakan, Eropa telah kembali ke nilai-nilai sebelum Perang Dunia II seperti brutalisme dan fasisme.
Merkel sebelumnya mengatakan bahwa ia akan berusaha untuk mengakhiri pembicaraan mengenai keanggotaan Turki di Uni Eropa. Demikian dilansir AFP, Senin (4/9/2017).
Dia juga mengkritik berlajutnya penangkapan warga Jerman di Turki dan menegaskan, Berlin kemungkinan akan meninjau ulang hubungannya dengan Ankara.
Menanggapi pernyataan itu, menlu Turki mengatakan, Eropa telah kembali ke nilai-nilai era pra-Perang Dunia II seperti, kebiadaban, fasisme, kekerasan dan intoleransi.
Hubungan antara Berlin dan Ankara memanas terkait sejumlah isu termasuk larangan kampanye referendum konstitusi Turki di Jerman. Konflik Berlin-Ankara diperparah lagi oleh ketegangan hubungan Uni Eropa dengan Turki selama satu tahun terakhir.
Kudeta gagal pada 15 Juli 2016 di Turki mendorong para pejabat Ankara melontarkan kritikan pedas atas sikap pasif Uni Eropa termasuk Jerman. Kemudian, blok Eropa dan Jerman mengkritik keras perilaku pemerintah Turki terhadap para pelaku kudeta.
Pelaksanaan referendum perubahan konstitusi di Turki pada April 2017 juga mengundang kritik tajam dari Uni Eropa dan para pejabat Eropa lainnya termasuk Merkel.
Pemerintah Jerman memandang referendum itu sebagai sebuah kemunduran besar di Turki. (RM)