PBB Khawatirkan Dampak Referendum di Kurdistan
-
Referendum di Kurdistan Irak
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres saat mereaksi referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan Irak mengatakan, PBB mendukung kedaulatan dan integritas wilayah Irak.
Menurut laporan IRNA dari New York, Antonio Guterres di statemennya seraya mengungkapkan kekhawatiran atas penyelenggaraan referendum di wilayah Kurdistan Irak hari Senin (25/9), menilai referendum seperti ini akan menjadi faktor yang membahayakan stabilitas dan ketenangan negara ini.
Statemen Guterres ini dibacakan juru bicaranya. Ia menyatakan dukungannya atas kedaulatan dan integritas nasional serta persatuan Irak dan meminta pejabat Kurdistan serta pemerintah pusat Baghdad menyelesaikan friksi di antara mereka melalui perundingan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Boris Johnson Senin sore mengatakan bahwa negaranya tidak mendukung referendum di wilayah Kurdistan Irak dan akan melanjutkan pembelaannya terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Irak.
"Menurut keyakinan kami, penyelenggaraan referendum harus digelar dengan kesepakatan pemerintah pusat Baghdad," papar Boris Johnson.
Referendum di Kurdistan Irak digelar ditengah penentangan luas dalam dan luar negeri pada hari Senin (25/9/2017).
Hasil referendum ini akan diumumkan 24 jam setelah pemungutan suara. (MF)