Bungkam atas Penderitaan Muslim Rohingnya, Negara Arab dan Islam Dikritik
-
Muslim Rohingya
Rakyat dan aktivis sosial Mesir mengkritik kondisi mengenaskan dan krisis Muslim Rohingya serta kebungkaman negara-negara Arab dan Islam terkait isu ini.
Televisi al-Alam melaporkan, warga dan aktivis sosial Mesir seraya mengecam kebungkaman negara-negara Arab dan Islam terkait kondisi Muslim Rohingya di Myanmar menuntut reaksi cepat pemerintah Arab dan Islam serta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengakhiri kondisi kritis Muslim Myanmar.
Rakyat dan aktivis sosial Mesir juga mengkritik sikap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), organisasi internasional dan pemerintah Barat dalam menyikapi Muslim Myanmar.
Menurut pernyataan rakyat dan aktivis sosial Mesir, kekerasan terhadap Muslim Rohingya baik saat ini ataupun sebelumnya di Myanmar adalah hasil dari kelemahan dan kebungkaman negara-negara Arab dan Islam serta organisasi Hak Asasi Manusia (HAM).
Gelombang baru kekerasan dan penumpasan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar di Provinsi Rakhine sejak 25 Agustus 2017 hingga kini menewaskan lebih dari enam ribu orang dan menciderai delapan ribu lainnya.
Provinsi Rakhine sejak tahun 2012 menjadi ajang serangan terhadap Muslim Rohingya oleh militer serta budha eksrim. Sementara itu, satu juta etnis minoritas ini tidak mendapat hak-hak sipil di Myanmar. (MF)