Rusia: Keluarnya AS tak akan Ganggu UNESCO
-
Vladimir Medinsky
Menteri Kebudayaan Rusia, Sabtu (14/10) mengatakan bahwa keluarnya Amerika Serikat dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB, UNESCO tidak akan menimbulkan masalah apapun bagi organisasi ini. UNESCO, katanya, sudah terbiasa dengan absennya Amerika.
IRIB (15/10) melaporkan, Vladimir Medinsky, Menteri Kebudayaan Rusia menuturkan, Amerika selalu berupaya mendiktekan pandangan-pandangannya pada UNESCO.
Pemerintah Amerika, Kamis (12/10) mengumumkan, dalam rangka mendukung rezim Zionis Israel, Washington menyatakan keluar dari UNESCO. Langkah ini akan mulai direalisasikan pada 31 Desember 2017 mendatang.
Sebelumnya, pada tahun 2011, Amerika memutus bantuan dana untuk UNESCO setelah Palestina diterima sebagai salah satu anggota organisasi PBB itu.
Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, Kamis (12/10) malam, menyebut keputusan Amerika keluar dari UNESCO sebagai langkah berani dan menegaskan, Israel juga seperti Amerika akan keluar dari UNESCO.
UNESCO pada hari Selasa, 4 Juli 2017 dalam salah satu resolusinya menegaskan bahwa Israel sama sekali tidak punya hak kepemilikan atas Baitul Maqdis. Kota Baitul Maqdis diduduki Israel sejak tahun 1967.
UNESCO juga pada tanggal 2 Mei 2017 mengesahkan sebuah resolusi yang mengecam Israel karena telah melanggar hukum internasional di Baitul Maqdis dan Jalur Gaza, dan menyebut rezim itu sebagai "pasukan penjajah".
Resolusi UNESCO itu memicu kemarahan Amerika dan Israel. Sebagaimana diketahui, Amerika adalah pendukung utama penjajahan dan kejahatan Israel terhadap rakyat tertindas Palestina. (HS)