Masuknya Jerman dan Perancis ke Poros Anti-Rudal Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i47737-masuknya_jerman_dan_perancis_ke_poros_anti_rudal_iran
Jean Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Perancis, Senin (4/12) dalam jumpa pers bersama dengan Sigmar Gabriel, sejawatnya dari Jerman, menuduh Iran merancang konspirasi di kawasan dan mendesak Tehran untuk menghentikan program pembuatan rudal-rudal balistiknya.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Des 05, 2017 15:04 Asia/Jakarta

Jean Yves Le Drian, Menteri Luar Negeri Perancis, Senin (4/12) dalam jumpa pers bersama dengan Sigmar Gabriel, sejawatnya dari Jerman, menuduh Iran merancang konspirasi di kawasan dan mendesak Tehran untuk menghentikan program pembuatan rudal-rudal balistiknya.

Selama ini kemampuan rudal Iran selalu dikaitkan dengan faktor-faktor perusak stabilitas dan keamanan kawasan, namun hal itu bukan muncul dari kekhawatiran akan masa depan keamanan kawasan, tapi semata-mata untuk memuluskan ambisi ekspansionis segelintir negara.

Barat secara khusus menentang kemampuan dan independensi Iran. Pasalnya, Iran menentang kubu imperialis dan campur tangan asing dalam urusan internal negara-negara kawasan. Jika Iran sejak awal tidak masuk ke dalam pusaran konflik, tentu hari ini kondisinya akan berbeda, tidak akan ada yang menentang negara ini, tidak Amerika Serikat, tidak juga Eropa.

Republik Islam Iran berulangkali menunjukkan bahwa sikap instruktif semacam itu, sama sekali tidak punya arti di mata orang Iran. Retorika semacam itu, bukan saja akan menambah beban biaya hubungan Iran-Eropa, bahkan bisa meneguhkan tekad Iran untuk meningkatkan kemampuan rudalnya. Karena hal itu dinilai akan mengungkap substansi para pengancam Iran dan kawasan.

Seandainya Iran memang merancang konspirasi di kawasan sebagaimana dituduhkan Menlu Perancis, maka hari ini bukan hanya kawasan, bahkan kota-kota di Eropa dan Amerika pasti sudah menjadi ladang pembantaian Daesh dan para teroris yang berkesempatan mengacaukan Timur Tengah karena didukung Amerika, Arab Saudi, rezim Zionis Israel dan beberapa negara Eropa termasuk Perancis sendiri.

rudal Iran

Klaim Perancis ini jelas tidak lebih dari sekedar dalih. Masalahnya adalah, sejak dua tahun sebelum perundingan nuklir Iran mengalami kemajuan, Amerika dan Eropa sudah berupaya menyiapkan sejumlah alasan baru untuk mengancam Iran, yaitu ketika Amerika mulai mengungkapkan rencana penempatan perisai rudal di Eropa dengan dalih ancaman nuklir Iran.

Saat itu Amerika mengumumkan, dicapai atau tidaknya kesepakatan nuklir Iran, tidak akan berpengaruh pada penempatan perisai rudal Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO di Eropa. Sergei Lavrov, Menlu Rusia kala itu dalam artikelnya menilai kontradiksi dalam perkataan dan tindakan Amerika, sepenuhnya merupakan bukti bahwa ancaman terhadap Iran sejak awal semata-mata hanya dalih.

Hingga sekarang, ancaman terhadap Iran tetap menjadi dalih dan alasan, sementara sikap Iran terkait kemampuan rudal, tegas dan stabil. Kekuatan rudal Iran sebagai puncak pencegahan adalah hal yang mendesak dan Iran, untuk menjaga urgensitas ini tidak membutuhkan izin pihak lain.

Jika Amerika dan Eropa mengkhawatirkan keamanan kawasan dan dunia, maka seharusnya mereka bersedia melaksanakan resolusi-resolusi PBB terkait perlucutan senjata nuklir dan membersihkan Timur Tengah dari senjata nuklir dan senjata pemusnah massal Israel, kemudian melakukan kontrol atas senjata-senjata konvensional.

Langkah tebang pilih dan ancaman terhadap rudal Iran, tidak punya arti lain selain mencampuri urusan dalam negeri negara lain dan menghapus hak legal negara-negara itu untuk meraih kemampuan pertahanan. (HS)