Rusia Serukan Konsensus Penafsiran Gencatan Senjata Suriah
-
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan untuk menilai situasi di Ghouta Timur, Suriah, mengatakan bahwa banyak pihak memiliki penafsiran sepihak tentang resolusi gencatan senjata di Suriah.
Nebenzia, seperti dikutip kantor berita IRIB, Rabu (28/2/2018) menuturkan sebelum operasi militer di Suriah dihentikan, harus ada sebuah kesepakatan komprehensif antara pihak-pihak yang bertikai di negara tersebut, karena ada penafsiran sepihak tentang resolusi gencatan senjata.
"Pada hari pertama setelah diadopsinya resolusi gencatan senjata di Suriah, para teroris melakukan pembantaian warga dan menyerang koridor yang aman untuk evakuasi warga sipil," tegasnya.
Dia menekankan bahwa pertama-tama, hubungan apapun dengan kelompok teroris di Ghouta Timur harus diputus.
Dalam pertemuan itu, Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari mengatakan pihaknya menerima laporan tentang pengiriman bantuan Arab Saudi ke Ghouta Timur, yang berarti bahwa daerah itu tidak terkepung dan dukungan untuk para teroris berlanjut.
Pada Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB meratifikasi sebuah resolusi untuk melaksanakan gencatan senjata 30 hari di Suriah dan memberikan akses kemanusiaan ke daerah-daerah yang diblokade. (RM/PH)