Perang Dagang AS-Cina dan Tawaran Baru Washington
https://parstoday.ir/id/news/world-i54628-perang_dagang_as_cina_dan_tawaran_baru_washington
Gedung Putih mengumumkan kesiapannya untuk berdialog dengan Beijing, menyusul dimulainya perang dagang kedua negara.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Apr 07, 2018 11:06 Asia/Jakarta
  • perang dagang AS-Cina
    perang dagang AS-Cina

Gedung Putih mengumumkan kesiapannya untuk berdialog dengan Beijing, menyusul dimulainya perang dagang kedua negara.

Larry Kudlow, penasehat ekonomi Presiden Amerika Serikat, mengatakan kepada wartawan bahwa sengketa perdagangan yang sedang berlangsung dengan Cina mungkin dapat diselesaikan dalam tiga bulan mendatang. Namun dia juga memperingatkan bahwa ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menerapkan tarif impor dari Cina bukan sekedar isapan jempol belaka.

 

Menyusul keputusan Trump baru-baru ini, ekspor barang dan jasa Cina ke Amerika Serikat, akan dikenakan tarif pajak tambahan senilai 150 miliar dolar.

Adapun dengan kebijakan balasan Beijing, perdagangan senilai 300 miliar dolar antara kedua negara akan terpengaruh  perang dagang tersebut.

 

Perang dagang dalam skala sebesar ini belum pernah tercatat dalam sejarah kontemporer. Keputusan kekuatan ekonomi kedua dunia untuk membalas perang dagang yang dipicu kekuatan ekonomi pertama dunia, memunculkan keraguan soal keberhasilan implementasi kenaikan tarif impor AS terhadap Cina.

Ekspor Cina

 

Turunnya harga sejumlah komoditi ekspor AS dan nilai saham beberapa perusahaan yang aktif di bidang perdagangan dengan Cina di Amerika Serikat menunjukkan bahwa perekonomi AS sangat mengkhawatirkan berlanjutnya perang dengan Cina. Kekhawatiran sampai pada titik di mana penasihat ekonomi untuk presiden Amerika Serikat, mengatakan kepada wartawan: "Sekali lagi, saya katakan salahkan Cina dan jangan salahkan Trump."

 

Tapi kecaman terus berlanjut di Amerika Serikat, dan masalah ini telah menyebabkan kesenjangan dalam tubuh kabinet Trump.

 

Ana Swanson dan Keith Bradsher dalam artikel di New York Times, menyinggung friksi antara Sekretaris Menteri Keuangan Negara Steven Manucin dan Menteri Luar Negeri AS Wilber Ross, menyerukan negosiasi lebih lanjut dengan Cina serta pemberian konsesi lebih banyak untuk negara itu demi mengurangi defisit perdagangan.

 

Cina, dalam sebuah pernyataan resmi, mengatakan akan membalas tantangan perang dengan AS, dan melanjutkannya dengan tebusan apapun. Beijing menilai sikap AS ini sebagai perang unilateralisme dan multilateralisme, serta antara konservatisme dan perdagangan bebas.

 

Juru bicara Departemen Perdagangan Cina, Gao Feng mengatakan bahwa tindakan AS itu sama seperti seorang yang berdiri mengangkat batu dan menjatuhkannya pada kakinya sendiri.

 

Tentu saja, Cina tidak akan aman dari perang dagang AS saat ini. Pertumbuhan ekonomi negara ini bertumpu pada pola ekspor sementara pasar konsumsi AS adalah pasar ekspor terbesar Cina. Oleh karena itu, kemungkinan besar Beijing akan menerima tawaran perundingan Washington, asalkan Trump meninggalkan tradisi Gedung Putih yaitu tawaran dialog dibarengi tekanan dan ancaman.(MZ/PH)