Uni Eropa Tetap Berkomitmen dengan JCPOA
-
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Federica Mogherini menyatakan penyesalan atas keputusan AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA), dan mengatakan Uni Eropa akan mematuhi pelaksanaan penuh kesepakatan ini.
“Selama Iran terus menerapkan komitmennya, seperti yang dilakukan sejauh ini, Uni Eropa akan tetap berkomitmen pada implementasi kesepakatan nuklir secara penuh dan efektif," ujarnya dalam sebuah statemen Selasa (8/5/2018) malam, seperti dikutip IRNA.
"Kami sepenuhnya mempercayai pekerjaan, kompetensi, dan independensi Badan Energi Atom Internasional, yang telah menerbitkan 10 laporan di mana menyatakan bahwa Iran sepenuhnya memenuhi komitmennya,” ungkap Mogherini.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa Washington akan menarik diri dari kesepakatan nuklir dan mengembalikan sanksi nuklir terhadap Iran.
Dalam menanggapi keputusan AS, Mogherini menegaskan bahwa seperti yang selalu kami katakan, JCPOA bukanlah kesepakatan bilateral dan tidak di tangan satu negara pun untuk menghentikannya secara sepihak.
Dia menjelaskan kesepakatan nuklir dengan Iran adalah hasil dari 12 tahun diplomasi. Itu milik seluruh komunitas internasional. "Uni Eropa bertekad untuk melestarikannya. Kami berharap seluruh komunitas internasional terus bekerja untuk menjamin bahwa itu terus dilaksanakan secara penuh," tambahnya.
“Pencabutan sanksi nuklir adalah bagian elemen dari kesepakatan itu. Uni Eropa berulang kali menekankan bahwa pencabutan sanksi nuklir membawa dampak positif pada perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Iran, termasuk manfaat penting bagi rakyat Iran. Uni Eropa berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa ini terus dipertahankan," imbuh Mogherini.
“Saya sangat khawatir dengan pengumuman sanksi baru. Saya akan berkonsultasi dengan semua mitra kami dalam beberapa jam dan hari mendatang untuk menilai implikasinya. Uni Eropa bertekad untuk bertindak sesuai dengan kepentingan keamanannya dan untuk melindungi investasi ekonominya," pungkasnya. (RM)