Kekalahan Terbaru AS di PBB
https://parstoday.ir/id/news/world-i58634-kekalahan_terbaru_as_di_pbb
Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang berisi kecaman terhadap kejahatan Israel kepada Palestina dengan dukungan mayoritas suara dalam sidang terbaru.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 14, 2018 13:01 Asia/Jakarta
  • PBB
    PBB

Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi yang berisi kecaman terhadap kejahatan Israel kepada Palestina dengan dukungan mayoritas suara dalam sidang terbaru.

Langkah Majelis Umum PBB ini kembali menunjukkan kekalahan AS yang berusaha membela Israel di arena internasional. Pada sidang darurat Majelis Umum PBB dengan agenda membahas kondisi Jalur Gaza, AS gagal menghalangi pengesahan  rancangan resolusi yang disampaikan negara-negara Arab dengan suara 120 mendukung, 8 menentang dan 45 abstain.

Di sisi lain, AS juga gagal meloloskan prakarsa kecaman terhadap Hamas yang menembakkan roket ke wilayah yang dikuasai Israel. Usulan AS tersebut hanya didukung 62 suara, 48 menolak dan 42 abstain. Wakil Tetap AS di PBB, Nikki Haley menyampaikan protes kepada PBB, tapi tidak mengubah keputusan Majelis Umum, dan AS kembali menelan kegagalan di arena internasional.

Kegagalan ini bukan kali pertama terjadi. Sepak terjang AS mendukung rezim Zionis  harus berhadapan dengan opini publik dunia yang mengecam berlanjutnya kejahatan Israel terhadap Palestina. Meskipun Donald Trump mengklaim dirinya berupaya meningkatkan pengaruh AS di arena internasional, tapi faktanya negara ini justru semakin terkucil di dunia.

Kebijakan unilateralisme yang diusung Trump, termasuk dalam masalah Palestina memicu gelombang protes luas dari berbagai kalangan. Berbagai langkah lain seperti masalah kenaikan tarif impor ke AS dari negara lain dan isu perubahan iklim berseberangan dengan pandangan mayoritas pemimpin dunia.

Donald Trump

 

Pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis tidak didukung oleh publik dunia, bahkan memicu penentangan keras dari berbagai kalangan. Berlanjutnya dukungan Washington terhadap rezim Zionis dipandang oleh masyarakat internasional sebagai keterlibatan AS dalam kejahatan Israel kepada Palestina.

Human Rights Watch menilai aksi Israel memberangus pemrotes Palestina di Jalur Gaza sebagai kejahatan perang. Penggunaan kekerasan tanpa adanya ancaman terhadap keselamatan nyawa tentara Israel telah menyebabkan begitu banyak korban tewas dan cedera dari pihak Palestina.

AS di awal Juni mengajukan rancangan resolusi yang menempatkan gerakan Hamas sebagai penyebab berlanjutnya kejahatan Israel di Gaza. Tapi parakarsa tersebut gagal dan mendapat penentangan keras dari anggota Dewan Keamanan PBB.

Mantan anggota Dewan Keamanan Nasional AS, Robert Malley berkeyakinan bahwa langkah unilateral Donald Trump menyebabkan AS terkucil. Kondisi terbaru dalam sidang darurat Majelis Umum PBB menunjukkan bahwa publik dunia saat ini tidak  bisa menerima langkah sepihak dan dikte AS, meskipun disertai ancaman.

Aksi Trump menyebabkan kredibilitas AS di arena internasional, dari PBB hingga G7 semakin menurun. Pada saat yang sama, Israel yang didukung penuh oleh Washington juga semakin terpuruk di mata publik dunia.(PH)