Kasus Kanker Meningkat di Libya Pasca Serangan NATO
https://parstoday.ir/id/news/world-i59859-kasus_kanker_meningkat_di_libya_pasca_serangan_nato
Seorang peneliti Libya mengatakan, berbagai jenis kanker ditemukan meningkat di Libya setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan pemboman di negara ini pada tahun 2011.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 14, 2018 13:16 Asia/Jakarta
  • Salah satu pangkalan NATO di Turki.
    Salah satu pangkalan NATO di Turki.

Seorang peneliti Libya mengatakan, berbagai jenis kanker ditemukan meningkat di Libya setelah Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan pemboman di negara ini pada tahun 2011.

Sebuah laporan yang disusun oleh sekelompok ahli nuklir Libya, mengatakan bahwa pasukan NATO menggunakan uranium yang diperlemah dalam serangan ke Libya.

"Kami melakukan penelitian di salah satu markas tentara Libya, yang dibom oleh NATO. Ada tempat dengan peningkatan tingkat radiasi. Setelah diukur, kami menemukan bahwa radioaktif ini berasal dari penggunaan uranium yang diperlemah," kata Nuri al-Druki, seorang penasihat komite Libya untuk lingkungan dan energi nuklir kepada media Sputnik, Sabtu (14/7/2018).

"Berdasarkan penelitian terhadap daerah-daerah yang menjadi target NATO di Libya, persentase kanker di daerah tersebut telah meningkat karena penyebaran gas atau bahan radioaktif," tambahnya.

Dampak uranium juga ditemukan di Tripoli, dan tim ahli akan dikirim ke berbagai daerah dan kota di luar Tripoli untuk melakukan verifikasi dan mengambil sampel.

Instabilitas dan kekacauan di Libya masih terus berlanjut pasca serangan NATO pada tahun 2011. Kekacauan ini telah memperkuat kelompok-kelompok teroris yang beroperasi di negara itu. (RM)