Cina Siap Bantu Kembangkan Ekonomi Korut
https://parstoday.ir/id/news/world-i60606-cina_siap_bantu_kembangkan_ekonomi_korut
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mengatakan, Beijing akan membantu laju ekonomi Korea Utara dan pembangunan negara ini.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 05, 2018 14:39 Asia/Jakarta
  • Menlu Cina Wang Yi dan sejawatnya dari Korut Ri Yong-ho
    Menlu Cina Wang Yi dan sejawatnya dari Korut Ri Yong-ho

Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi mengatakan, Beijing akan membantu laju ekonomi Korea Utara dan pembangunan negara ini.

Menlu Cina di sela-sela sidang ASEAN di Singapura saat bertemu dengan sejawatnya dari Korut menandaskan, Beijing siap memberikan bantuan yang diperlukan bagi pengembangan ekonomi negara ini.

 

Sementara itu, Menlu Korut Ri Yong-ho mengatakan, Pyongyang menuntut kerja sama dengan Cina untuk menjamin perdamaian berkesinambungan dan stabilitas di Semenanjung Korea.

 

Menlu Cina seraya berharap komitmen Korut terhadap janjinya menekankan, Amerika Serikat juga harus memperhatikan kekhawatiran Pyongyang.

Menlu Cina Wang Yi

 

Menlu Korea Utara yang juga menunjukkan kekhawatirannya atas pelanggaran janji Amerika mengungkapkan, Pyongyang komitmen terhadap janjinya untuk melaksanakan kesepakatan yang diraih dengan Amerika pada bulan Juni lalu, namun Korut masih khawatir akan sikap Gedung Putih terhadap komitmennya.

 

Pengumuman kesiapan Cina membantu pengembangan ekonomi Korut dirilis di saat pasca perundingan Pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura pada Juni lalu, terbersit harapan di tingkat internasional khususnya antara negara-negara yang terlibat di konflik Semenanjung Korea termasuk Cina bahwa reduksi tensi dan normalisasi hubungan Pyongyang-Washington akan membantu pemulihan kondisi kawasan.

 

Menurut Cina berlanjutnya tensi di hubungan AS-Korut akan merusak stabilitas keamanan melalui langkah-langkah provokatif Gedung Putih di Semenanjung Korea, atmosfir regional yang semakin berbahaya serta eskalasi bahaya investasi dan dampak negatifnya bagi laju ekonomi Beijing.

 

Oleh karena itu, Beijing menyambut proses penyelesaian sengketa di kawasan melalui dialog Korut-AS dan menilainya memiliki dampak positif bagi kawasan.

 

Namun begitu Cina setelah meyakinkan pemimpin AS dan Korut untuk menyelesaikan sengketa melalui diplomasi dan dialog masih memiliki kekhawatiran di era pasca tensi di Semenanjung Korea.

 

Kekhawatiran terbesar Beijing adalah strategi AS untuk menjauhkan Korut dari Cina dan menjadikan hubungan kedua negara semakin lemah di mana upaya untuk memenuhi kevakuman yang timbul adalah mengembangkan huubngan Pyongyang dan Washington.

 

Di kondisi seperti ini, model yang diharapkan Cina di proses perundingan AS dan Korut adalah penandatanganan kesepakatan damai yang akan mengakhiri perang dan permusuhan di Semenanjung Korea serta penarikan 28 ribu militer Amerika dari Korea Selatan dan kawasan.

 

Pencapaian kesepakatan seperti ini oleh AS dan Korut akan mendorong terbukanya pengaruh Cina di Pyongyang.

 

Di sisi lain Cina menilai cukup jauh jika akan terjadi perubahan serius di kebijakan luar negeri Korut dari kebijakan independen ke arah ketergantungan dan bermitra dengan AS sebagai hasil potensial kesuksesan perundingan Pyongyang-Washington, namun masih ada kekhwatiran bahwa Gedung Putih akan menciptakan penghalang bagi kelanjutan dan pengembangan kerja sama Beijing-Pyongyang.

 

Berdasarkan prediksi ini, menlu Cina mengumumkan kesiapan negaranya untuk bekerja sama dalam mengembangkan ekonomi Korut dan memberikan bantuan yang dibutuhkan di bidang ini.

 

Cina dengan merilis usulan seperti ini masih mempertahankan posisinya yang menjadi sorotan Korut pasca era berakhirnya tensi dengan Amerika di Semenanjung Korea. (MF)