Rentannya AS di Hadapan Politik Ekonomi Protektif Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i61112-rentannya_as_di_hadapan_politik_ekonomi_protektif_trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak berkuasa pada Januari 2017 menilai perdagangan bebas sebagai penyebab kesemerawutan ekonomi Amerika Serikat dan mengancam akan melakukan interferensi dalam perdagangan bebas global.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 21, 2018 07:34 Asia/Jakarta
  • Trump
    Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak berkuasa pada Januari 2017 menilai perdagangan bebas sebagai penyebab kesemerawutan ekonomi Amerika Serikat dan mengancam akan melakukan interferensi dalam perdagangan bebas global.

Dalam hal ini, Trump memberlakukan politik ekonomi protektif yang pada umumnya berbasis pada peningkatan bea cukai dan tarif impor khususnya pada ekspor dari Cina dan Jerman.

 

Meski setelah perundingan terbaru Trump dengan Jean Claude Juncker, Ketua Komisi Eropa, AS dan Uni Eropa mencapai gencatan di bidang ekonomi, akan tetapi Trump tetap memberlakukan tarif impor terhadap produk-produk dari Cina dan mendapat reaksi serupa dari Cina. Pada hakikatnya Trump sedang menyeret negaranya pada perang ekonomi yang berdampak sangat luas dan belum pernah terjadi sebelumnya di kancah perekonomian global. Perang yang sekarang menuai reaksi sinis dari perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

 

Banyak perusahaan yang melayangkan 1.400 perspektif tertulis kepada perwakilan perdagangan Amerika Serikat, dan memperingatkan bahwa pemberlakuan tarif 25 persen pada produk ekspor Cina senilai 200 miliar dolar yang menurut rencana akan diberlakukan akhir September 2018, akan memiliki implikasi lebih besar terhadap para konsumen Amerika Serikat. Di antara produk yang terkena tarif tambahan 25 persen itu adalah kereta dorongan bayi hingga peti.

 

Dengan demikian bukan hanya konsumen melainkan banyak produsen Amerika Serikat yang menggunakan bahan-bahan dan produk Cina, yang akan mengeluarkan biaya tambahan untuk produksi mereka dan akan meningkatkan harga jual final produk mereka. Hal tersebut akan snagat merugikan konsumen dalam negeri AS. Selain itu, para produksen Amerika Serikat yang memiliki pabrik di Cina dan mengekspor produk mereka ke Amerika Serikat, kini terjebak kebimbangan untuk melanjutkan aktivitas mereka di Cina.

 

Tujuan Trump dari politik tersebut adalah memaksa Beijing mengubah politik ekonomi dan perdagangannya. Trump pada Januari 2018 menetapkan tarif 25 persen terhadap sekitar 34 miliar dolar mesin, alat elektronik, perlengkapan teknis moderen untuk kendaraan, komputer dan televisi.

Ekspor

 

Deuchewelle Jerman dalam laporannya menulis, Trump untuk mendukung produk dalam negeri, menetapkan tarif tambahan pada produk-produk Cina, akan tetapi niatnya tersebut hingga kini belum terwujud dan bahkan tarif tersebut akan merugikan industri otomotir Amerika Serikat.

 

Tarif impor baru Trump akan mencakup banyak hal bahkan yang dikonsumsi setiap hari oleh para konsumen Amerika Serikat. Namun perlu ditekankan bahwa Cina juga tidak tinggal diam menanggapi kebijakan Trump itu dan bahkan telah memberlakukan aksi balasa setimpal terhadap produk Amerika Serikat.

 

Soren Skou, direktur Perusahaan A.P Maersk, perusahaan pelayaran terbesar dunia, berpendapat bahwa pemberlakukan tarif impor produk asing akan membuat perekonomian Amerika Serikat semakin rentan dan merugi. Jika manajemen yang diambil pemerintah Trump dapat menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi dunia dari 0,3 persen menjadi 0,1 persen, maka angka penurunan untuk perekonomian Amerika Serikat mencapai tiga hingga empat persen.

 

Menurut para pemimpin negara-negara dunia, khususnya kekuatan ekonomi baru seperti Cina dan negara-negara export-oriented seperti Jerman dan juga IMF, politik ekonomi protektif dan penentangan atas perdagangan bebas global, bukan hanya akan berdampak buruk pada perekonomian global, melainkan sangat merugikan negara-negara ekonomi maju seperti Amerika Serikat dan Cina.(MZ)