Korea Utara Kritik Amerika
-
Trump-Kim Jong un
Korea Utara mengkritik AS yang berusaha memanfaatkan deklarasi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953 sebagai alat tawar menawar dalam perundingan denuklirisasi.
Kantor Berita Korea Utara KCNA Selasa (2/10) menulis, Korea Utara tidak akan berharap adanya deklarasi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953, jika Amerika Serikat tidak menginginkannya.
KCNA menyebut, mengakhiri Perang Korea 1950-1953 secara resmi akan memenuhi kepentingan semua negara yang mengharapkan perdamaian di Semenanjung Korea.
"Kedua Korea kini tengah membentuk hubungan baru berdasarkan pertemuan pemimpin kedua negara pada Juni lalu dan statemen bersama mereka. Tiba saatnya untuk mengakhiri era pahit di masa lalu dan konfrontasi bilateral," tulis KCNA.
Presiden Korea Selatan Moon Jae in, sosok pertama tahun ini yang secara transparan menuntut percepatan deklarasi untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953 demi meraih perdamaian permanen di Semenanjung Korea.
Berlanjutnya pendekatan sanksi AS terhadap Korut berlangsung ketika pemimpin kedua negara selama satu tahun perang verbal, pada 12 Juni 2018 bertemu di Singapura. (MF)