AS Gunakan Isu HAM untuk Tekan Negara Independen
Korea Utara mereaksi keras laporan Amerika Serikat tentang situasi hak asasi manusia di negara-negara dunia, termasuk negara Asia itu yang dirilis pekan lalu.
Dalam satu pernyataan Sabtu (16/4/2016) seperti dikutip IRNA, pemerintah Korut menegaskan bahwa AS menggunakan isu HAM sebagai alat untuk menekan negara-negara independen.
Korut menganggap langkah Kementerian Luar Negeri AS sebagai sebuah tindakan bias dan menyebut AS sebagai pelanggar HAM terbesar di dunia.
Pyongyang menandaskan bahwa pihaknya akan menunjukkan reaksi keras terhadap tindakan konfrontatif Washington dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Korut juga mengancam akan membalas aksi AS, tapi mereka tidak menjelaskan bentuk tindakan yang akan diambil.
Kantor berita Korut melaporkan bahwa tujuan AS dari konspirasi itu adalah untuk menggulingkan pemerintah Pyongyang dan merusak reputasi negara itu di kancah internasional.
AS dalam laporan terbarunya menuding Korut tidak mengizinkan oposisi untuk melakukan unjuk rasa dan memaksa ribuan politisi oposan dengan kerja paksa.
Majelis Umum PBB dalam sebuah resolusi yang dikeluarkan tahun lalu, meminta catatan HAM Korut dilimpahkan ke Pengadilan Pidana Internasional (ICC).
Dalam laporan tahunan tentang HAM, Kemenlu AS juga menyebut Cina sebagai sebuah negara pelanggar hak asasi manusia. (RM)