Kelanjutan Perang Dagang AS vs Cina
https://parstoday.ir/id/news/world-i64564-kelanjutan_perang_dagang_as_vs_cina
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina menilai ancaman pejabat AS akan mengusir Cina dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pernyataan sia-sia.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Nov 23, 2018 18:42 Asia/Jakarta
  • Perang dagang Cina dan AS
    Perang dagang Cina dan AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina menilai ancaman pejabat AS akan mengusir Cina dari Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai pernyataan sia-sia.

Gheng Shuang mengatakan statemen ini justru membuka topeng AS sebenarnya kepada dunia. Statemen tersebut disampaikan jubir kemenlu Cina sebagai reaksi atas pernyataan Kevin Hassett, Ketua Dewan Penasehat Ekonomi Gedung Putih. Shuang mengatakan, AS tidak bisa sendirian mengambil keputusan di WTO, karena organisasi ini bukan dikelola oleh AS saja

Statemen terbaru jubir kemelu Cina mereaksi pernyataan pejabat AS menunjukkan perang dagang antara kedua negara tidak kunjung mereda, bahkan tampaknya kian memanas. Washington berupaya memanfaatkan apa saja untuk mewujudkan ambisinya, termasuk dengan menekan organisasi internasional semacam WTO untuk menyingkirkan pesaing utamanya, Cina di arena internasional.

Para pejabat AS baru-baru ini menuding Cina melakukan pencurian teknologi, dan menegaskan bahwa Beijing tidak bisa terus melanjutkan cara-cara ilegal tersebut di arena ekonomi, perdagangan dan teknologi global.

Beijing tahu klaim infaktual Washington ini lahir dari kekhawatiran AS terhadap terjadinya peningkatan kekuatan Cina di berbagai bidang. Pasalnya, Cina saat ini menjadi kekuatan terbesar kedua di dunia yang menjadi ancaman bagi hegemoni AS di arena internasional. Oleh karena itu, AS mengerahkan segenap upaya untuk melemahkan pengaruh Cina, terutama di bidang ekonominya. Washington mengalokasikan dananya untuk menjegal meluasnya pengaruh Cina di dunia salah satunya dengan peningkatan anggaran militernya.

Langkah AS melakukan intervensi di Laut Cina Selatan, sekaligus meningkatkan kedudukan militer sekutunya, terutama Jepang dan Korea Selatan untuk meredam pengaruh Cina yang semakin kuat di kawasan. Penempatan rudal Thaad di Korea Selatan dan penjualan rudal canggih kepada Jepang bagian dari upaya tersebut.

Analis ekonomi global, Mikhail Belyaev mengatakan, "Perang dagang yang disulut Presiden AS terhadap Cina untuk menjauhkan produk-produk negara ini dari pasar AS, dan mencegah akses perusahaan-perusahaan Cina terhadap teknologi baru."

WTO

Statemen  pejabat AS yang mengancam akan mengusir Cina dari WTO berlangsung di saat Presiden AS, Donald Trump dan pemerintahannya tidak mempercayai organisasi perdagangan internasional ini. Oleh karena itu, ancaman tersebut mengindikasikan AS hanya menggunakan organisasi internasional semacam WTO untuk mewujudkan kepentingannya saja, bukan kepentingan bersama negara-negara dunia.

Pada saat yang sama, media internasional memberitakan kondisi terbaru yang terjadi  dalam sengketa dagang antara AS dan Cina. Euronews menyebut Washington sebagai pencundang perang tersebut. Euronews menulis, "Perang dagang yang dikibarkan Trump terhadap Cina tidak hanya meningkatkan biaya sehari-hari warga AS saja, tapi juga akan berujung penurunan pertumbuhan ekonomi global dan mendorong lonjakan tingkat pengangguran dalam perekonomian AS yang tidak menguntungkan kubu Republik,".

Sejatinya, peningkatan suhu ketegangan antara AS dan Cina dalam masalah ekonomi menjelang pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan sejawatnya dari Cina, Xi Jinping pada pertemuan G-20 mendatang di Buenes Aires, ibu kota Argentina, akan dipengaruhi oleh upaya Washington untuk meminta poin lebih besar dari Beijing, tapi Cina akan  menekankan prinsip saling menghormati kepada Gedung Putih dalam kelanjutan perundingan.(PH)