Ketika Kim Jong-un Tiba di Vietnam
https://parstoday.ir/id/news/world-i67903-ketika_kim_jong_un_tiba_di_vietnam
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un Selasa pagi waktu setempat tiba di perbatasan Vietnam untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 26, 2019 18:38 Asia/Jakarta
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un
    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un Selasa pagi waktu setempat tiba di perbatasan Vietnam untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden AS, Donald Trump.

Kedua pihak dijadwalkan akan bertemu di Hanoi, ibu kota Vietnam. Sebelumnya, Trump Kim Jong-un bertemu di Singapura pada Juni 2018. Walaupun setelahnya tidak ada langkah signifikan yang dilakukan kedua belah pihak, tapi terciptanya atmosfir semenajung Korea yang relatif tenteram dan penghentian pengujian rudal nuklir Korea Utara yang dipandang Gedung Putih sebagai capaian penting pertemuan Singapura.

Pada pertemuan kedua ini, diharapkan akan terjadi perubahan signifikan dalam perilaku kedua pihak dibandingkan sebelumnya. AS tahu bahwa Korea Utara tidak akan melucuti program nuklirnya yang membutuhkan proses panjang. Oleh karena itu perlucutan senjata tidak masuk dalam agenda pertemuan Hanoi. Sebagai penggantinya, AS menegaskan akan mendirikan kantor perwakilan untuk memudahkan koordinasi di Pyongyang. Sebaliknya, Korea Utara menyerukan kemajuan tiap langkah dalam perundingan kedua pihak, terutama penghentian aksi konfrontatif AS terhadap Pyongyang dan pencabutan sanksi secara bertahap. Selain itu Pyongyang meminta Washington tidak menentang implementasi program peningkatan kerja sama antara Korea Utara dan Korea Selatan.

 

Pertemuan di Singapura

 

Analis politik internasional, Jeffery Bader mengatakan, "Masalah ini berkaitan dengan seni diplomasi bagi pihak yang berunding untuk mendapatkan konsesi yang diinginkan, bahkan mungkin lebih besar lagi,".

Pertemuan kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un yang akan berlangsung di Hanoi ini, sebagaimana pertemuan sebelumnya di Singapura menjadi perhatian berbagai kalangan. Meskipun kedua pihak tidak mudah memberikan konsesi, tapi bagi Trump yang sedang mempersipkan diri untuk mencalonkan diri kembali sebagai presiden AS tahun 2020, harus dicapai hasil. Dia akan menggunakannya sebagai bahan kampanye pilpres AS mendatang.

Tampaknya, penghancuran sebuah situs nuklir yang dilakukan Korea Utara akan diangkat Kim Jong-un dalam perundingan dengan Trump untuk mendapatkan konsesi dari AS. Para politisi dan media AS berulangkali menegaskan bahwa Korea Utara tidak bisa dihadapi dengan tekanan dan ancaman, tapi melalui cara-cara lunak untuk melucuti program nuklirnya. Dengan demikian akan dicapai hasil menang-menang.

Analis politik AS, Michael O'Hanlon mengatakan,"Kekhawatiran mengenai munculnya perang hingga kini masih menghantui pikiran saya. Oleh karena itu, saya optimis dengan pertemuan antara Trump dan Kim ini. Sebab kesepakatan apapun, walaupun  banyak kekuarangan, tapi tetap bermanfaat,".

Publik dunia saat ini menanti seberapa besar fleksibilitas kedua pihak dalam perundingan Hanoi, karena bagaimanapun Trump dan Kim tidak akan begitu mudah memberikan konsesi kepada lawannya masing-masing. Lalu, apakah perundingan ini akan seperti yang pertama, ataukah memberikan hasil yang signifikan.(PH)