Rusia Bela Kehadiran Militernya di Venezuela
-
Maria Zakharova.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan, kehadiran militer Rusia di Venezuela dilakukan dalam konteks kesepakatan bilateral terkait kerja sama militer-teknis.
"Pihak Rusia tidak melanggar aturan internasional atau undang-undang nasional Venezuela," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (28/3/2019) seperti dikutip kantor berita TASS.
Zakharova menjelaskan bahwa kehadiran militer Rusia di Venezuela tidak akan mengubah perimbangan kekuatan di kawasan dan Moskow akan melanjutkan kerja sama sahnya dengan pemerintah Caracas.
"Pemerintah Presiden Nicolas Maduro adalah satu-satunya kekuatan yang sah di Venezuela, sementara Juan Guaido tidak memiliki legitimasi," tegasnya.
Menanggapi laporan media Barat bahwa Rusia berniat membangun pangkalan militer di Venezuela, Zakharova menandaskan pembangunan pangkalan militer asing di Venezuela bertentangan dengan undang-undang negara tersebut.
"Konstitusi Venezuela secara jelas menekankan bahwa pangkalan militer asing tidak dapat dibangun di wilayah mereka, tetapi kerja sama militer-teknis berdasarkan kesepakatan bilateral dibenarkan," jelasnya.
Sebelum ini, para pejabat Caracas menyatakan bahwa paket baru bantuan kemanusiaan dari Rusia sudah diterima dan ini terjadi atas permintaan pemerintah Venezuela. (RM)