Penolakan Filipina atas Penempatan Rudal AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i72722-penolakan_filipina_atas_penempatan_rudal_as
Presiden Filipina mengumumkan, Manila sampai kapanpun tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menempatkan rudal-rudalnya di wilayah negara ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 10, 2019 12:15 Asia/Jakarta
  • Rodrigo Duterte
    Rodrigo Duterte

Presiden Filipina mengumumkan, Manila sampai kapanpun tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menempatkan rudal-rudalnya di wilayah negara ini.

Rodrigo Duterte mengatakan, pemindahan persenjataan asing apapun termasuk rudal nuklir jarak menengah Amerika ke Filipina dilarang karena melanggar konstitusi.

Presiden Filipina menambahkan, tidak ada pasukan asing manapun yang diizinkan menggunakan wilayah Filipina untuk berperang dan bertempur melawan Cina, karena segala bentuk perang dengan Beijing merugikan negara-negara kawasan.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Amerika, Mike Esper pasca keluarnya Washington dari Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah, INF mengatakan, Gedung Putih sedang berusaha menempatkan rudal-rudal jangka menengah negara ini di Asia Tenggara.

Penolakan Manila atas permintaan Gedung Putih untuk menempatkan rudal-rudal jangka menengah Amerika di Filipina dianggap sebagai sebuah kekalahan lain bagi Washington, yang berupaya mengendalikan kekuatan militer Cina dengan menempatkan rudal-rudalnya di wilayah sekitar negara itu, bersamaan dengan perang psikologis terhadap Beijing dalam rangka kebijakan keamanan di Asia.

Filipina adalah negara kedua setelah Australia yang menolak permintaan Amerika untuk menjadi lokasi penempatan rudal-rudal jarak menengah negara itu.

Pejabat pemerintah Australia termasuk menteri pertahanan negara itu menyampaikan penolakan atas permintaan Menlu Amerika, Mike Pompeo terkait penempatan rudal-rudal Amerika di Australia.

Amerika memberikan perhatian khusus pada negara-negara tetangga Cina yang terlibat ketegangan dengan Beijing untuk menempatkan rudal-rudalnya.

Awalnya Gedung Putih mengira Australia tidak akan menolak permintaannya menjadi lokasi penempatan rudal, karena kedekatan politik dan keamanan dengan Amerika dan memiliki sikap yang lebih lunak dibandingkan negara lain, namun Canberra menganggap penempatan rudal negara asing bertentangan dengan kepentingan nasional dan regionalnya.

Terutama setelah Partai Buruh Australia memperingatkan keras pemerintah soal penempatan rudal-rudal jarak menengah Amerika di negara itu.

Penempatan rudal Amerika dianggap dapat membawa dampak negatif bagi hubungan regional Australia. Filipina dengan kondisi yang relatif sama, menolak permintaan Amerika untuk menempatkan rudalnya di negara itu.

Meskipun Filipina sendiri terlibat konflik sengketa wilayah dengan Cina di Laut Cina Selatan, namun Manila tidak bersedia masuk ke dalam permainan baru Amerika untuk meningkatkan ketegangan dengan Beijing.

Di sisi lain mungkin pejabat Gedung Putih lupa kalau Duterte menganggap Amerika sebagai musuh, dan ia ingin memahamkan rakyatnya bahwa Amerika selalu mencampuri urusan dalam negeri Filipina. (HS)