Motif Lawatan Mendadak Menhan AS ke Aghanistan
https://parstoday.ir/id/news/world-i74904-motif_lawatan_mendadak_menhan_as_ke_aghanistan
Presiden AS Donald Trump telah berjanji selama kampanye pemilunya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, tetapi prosesnya terhambat dan ia gagal memenuhi janjinya. Masalah ini ditindaklanjuti dengan lawatan terbaru pejabat tinggi militer AS ke Afghanistan.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 21, 2019 08:22 Asia/Jakarta

Presiden AS Donald Trump telah berjanji selama kampanye pemilunya untuk menarik pasukan AS dari Afghanistan, tetapi prosesnya terhambat dan ia gagal memenuhi janjinya. Masalah ini ditindaklanjuti dengan lawatan terbaru pejabat tinggi militer AS ke Afghanistan.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper setibanya di Kabul Minggu (20/10) mengatakan, "Tujuan lawatan ini untuk mencapai kesepakatan damai, karena kesepakatan politik sebagai cara terbaik untuk melangkah maju."

Esper mengungkapkan bahwa Amerika Serikat bisa mengurangi jumlah pasukannya di Afghanistan menjadi 8600 tanpa mempengaruhi misi perang melawan terorisme di negara itu. Namun,  penarikan pasukan AS ini hanya akan terjadi jika tercapai kesepakatan dengan Taliban yang menjadi bagian dari perjanjian dengan milisi Afghanistan ini. Tetapi Taliban selalu bersikeras mengenai penarikan total pasukan asing dari negaranya. AS saat ini menempatkan 14.000 tentaranya di Afghanistan.

Beberapa pekan lalu, Menhan AS juga mengklaim upaya mencapai kesepakatan politik dengan Taliban tidak berarti Amerika Serikat akan menerima segala bentuk perjanjian dengan Taliban. Esper menegaskan, "Kami ingin memastikan bisa meraih kesepakatan yang ideal". 

Pembicaraan damai Afghanistan antara Amerika Serikat dan Taliban yang berlangsung selama sekitar sembilan bulan, dihentikan secara sepihak pada 7 September oleh Donald Trump setelah terjadi pemboman bunuh diri Taliban di Kabul yang menewaskan seorang tentara AS. Jika perjanjian itu ditandatangani antara Amerika Serikat dan Taliban, jadwal enam bulan  penarikan pasukan AS dari Afghanistan akan ditentukan.

 

Pasukan AS di Afghanistan

Rangkaian kegagalan AS di Afghanistan menyebabkan pemerintahan Trump selama beberapa tahun terakhir berupaya mengadakan pembicaraan langsung dengan Taliban di Qatar untuk membahas pembagian kekuasaan di Afghanistan dan pengurangan jumlah pasukan AS di negara Asia selatan ini.

Pernyataan Menteri Pertahanan AS tentang pengurangan pasukannya di Afghanistan jika terjadi kesepakatan dengan Taliban, hal ini tidak berarti penarikan penuh tentara militer AS. Sebab, Trump mengatakan bahwa kehadiran pasukan AS di Afghanistan tidak akan berakhir, bahkan jika tercapai kesepakatan dengan Taliban.

Sebelumnya, Presiden AS sebuah wawancara dengan Fox News pada 29 Agustus menegaskan kelanjutan kehadiran intelijen AS di Afghanistan, bahkan jika tercapai kesepakatan dengan Taliban. Trump mengatakan, "Kami harus mempertahankan keberadaan pasukan di sana sampai batas tertentu dan kami akan melakukannya. Meskipun jumlah pasukan kita di sana akan sangat berkurang, kita akan selalu ada di sana."

Sikap kontradiktif Trump dalam masalah penarikan pasukan AS dari Afghanistan, menunjukkan ambiguitasnya tentang tujuan dan langkah politik luar negeri pemerintah AS. Pasukan AS masih hadir di Afghanistan, suatu tanda bahwa struktur utama politik AS masih mencengkeram keputusan Gedung Putih. Tapi, Trump berambisi memenangkan pemilu presiden AS November 2020, salah satunya dengan memenuhi janji pemilunya dengan menarik pasukan dari Afghanistan, meskipun itu dilakukan sebagian saja.(PH)