Warga AS yang Ditangkap Mengaku Merencanakan Kudeta di Venezuela
-
Nicolas Maduro, Presiden Venezuela
Seorang warga negara Amerika yang ditangkap di Venezuela mengakui bahwa tim operasionalnya bermaksud menculik presiden negara ini.
"Misinya adalah membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro ke Amerika Serikat dengan pesawat," kata seorang warga AS yang ditangkap di Venezuela melalui televisi pemerintah, demikian dilaporkan IRIB.
"Kami diperintahkan untuk mengambil kendali Bandara Venezuela," tambah warga AS ini.
Presiden Venezuela juga menekankan bahwa Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo terlibat dalam serangan terhadap Venezuela.
"Dua warga Amerika Serikat yang ditahan di Venezuela akan diadili di pengadilan sipil," ungkap Nicolas Maduro.
Maduro mengkonfimasikan penangkapan empat teroris lainnya dengan tuduhan bekerja sama dengan anasir Juan Guaido, pemimpin kudeta Venezuela.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada hari Rabu (06/05/2020) menegaskan kembali klaim negaranya untuk tidak campur tangan dalam kudeta yang gagal baru-baru ini di Venezuela, seraya mengatakan dengan nada mengancam, "Amerika Serikat menggunakan segala cara yang tersedia untuk membebaskan warganya di Venezuela."
Sementara itu, Kementerian luar negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim pemerintah AS bahwa itu tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di Venezuela dalam beberapa hari terakhir tidak meyakinkan.
Pemerintah Venezuela pada hari Minggu mengumumkan berhasil menggagalkan operasi teroris dengan partisipasi langsung pasukan AS.
Amerika Serikat dan sekutunya dalam beberapa bulan terakhir berusaha untuk melakukan kudeta di negara ini untuk mendukung oposisi Venezuela.