Pompeo: Represi dan Sanksi terhadap Hizbullah Lebanon Berlanjut
-
Menlu AS Mike Pompeo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rabu (8/7/2020) malam menekankan dilanjutkannya represi dan sanksi terhadap Hizbullah Lebanon.
Seperti dilaporkan IRIB, Mike Pompeo di jumpa pers seraya menekankan bahwa pemerintahan AS masih akan melanjutkan represi terhadap Hizbullah Lebanon meminta negara lain bertindak seperti Washington mencantumkan Hizbullah di list kelompok teroris.
Pompeo setelah kegagalan terbaru AS mencegah kapal tanker Iran merapat ke Venezuela seraya mengklaim bahwa penjualan minyak Iran ke Lebanon ilegal mengatakan, Amerika akan mencegah ekspor minyak Iran ke Lebanon.
Sekjen Hizbullah Lebanon, Sayid Hasan Nasrullah Selasa (7/7/2020) malam mengisyaratkan kesiapan Iran menjual produk olahan minyaknya kepada Lebanon dengan menggunakan mata uang nasional Lira dan mengatakan, gerakan Iran ini sebuah pengorbanan besar.
Amerika dan rezim Zionis Israel setelah kesuksesan Hizbullah Lebanon melawan kelompok teroris di kawasan, meningkatkan upayanya untuk memperkeras represi terhadap kelompok muqawama ini.
Washington demi merusak popularitas Hizbullah di Lebanon mulai menjatuhkan sanksi kepada bank dan tokoh Lebanon yang didakwa memiliki hubungan dengan kubu muqawama tersebut.
Hizbullah sebagai salah satu anggota front muqawama memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan aksi-aksi poros AS-Israel di kawasan. (MF)