Puluhan Lansia di Panti Werdha AS Meninggal akibat Obat Rekomendasi Trump
-
Hydroxychloroquine
Menyusul konsumsi secara tak sah obat Hydroxychloroquine di sebuah panti werdha di negara bagian Pennsylvania Amerika Serikat, puluhan lansia dikabatkan meninggal dunia.
Seperti dilaporkan laman Daily Mail, salah satu Panti Werdha di Pennsylvania di mana 73 lansia dan seorang karyawannya meninggal akibat terinfeksi Corona divonis bersalah setelah mengijinkan konsumsi Hydroxychloroquine tanpa persetujuan pemerintah kepada 200 pasien.
Kantor kesehatan Pennsylvania mengumumkan, pusat ini di bulan April seraya meminta surat kerelaan dari orang-orang tersebut kemudian memberi obat Hydroxychloroquine sebagai obat pencegah Corona kepada 205 dari 435 penghuni panti Werdha ini.
Presiden AS Donald Trump senantiasa merekomendasikan obat ini dan mengatakan dirinya juga mengkonsumsi Hydroxychloroquine.
Pekan ini Twitter menghapus sebuah video dari konten jejaring sosial ini yang menunjukkan seorang dokter merekomdasikan obat ini dan menyebutnya informasi keliru.
Berbagai riset ilmiah menolak efektivitas obat anti malaria ini untuk mengobati virus Corona.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) baru-baru ini juga mencabut penggunaan obat ini untuk mengobati Corona. (MF)