Moskow: Kami Terlibat Kontak dengan AS soal Ukraina
https://parstoday.ir/id/news/world-i94512-moskow_kami_terlibat_kontak_dengan_as_soal_ukraina
Deputi Menlu Rusia seraya mengisyaratkan kontak Moskow dengan Washington terkait tensi terbaru seputar Ukraina, mengatakan Amerika harus khawatir Kiev tidak mematuhi komitmennya di Perjanjian Minsk.
(last modified 2026-02-14T15:02:17+00:00 )
Apr 06, 2021 14:12 Asia/Jakarta
  • Sergei Lavrov
    Sergei Lavrov

Deputi Menlu Rusia seraya mengisyaratkan kontak Moskow dengan Washington terkait tensi terbaru seputar Ukraina, mengatakan Amerika harus khawatir Kiev tidak mematuhi komitmennya di Perjanjian Minsk.

Seperti dilaporkan Kantor Berita Tass, Sergei Ryabkov Senin (5/4/2021) sore seraya menepis setiap konsentrasi militer Rusia di dekat Ukraina mengatakan, "Kami terlibat kontak dengan Amerika, saat ini kontak tersebut berada di level tertinggi."

Deputi menlu Rusia seraya menjelaskan bahwa Moskow menolak kekhawatiran tak berdasar Washington terkait kondisi ini, menuding Ukraina tidak menjalankan kesepakatan terkait kawasan.

"Washington ketimbang khawatir atas langkah Rusia, lebih baik mengkhawatirkan perilaku tak dapat diterima Kiev... Jika rekan Amerika kami khawatir, mereka seharusnya membantu menstabilkan situasi," ungkap Ryabkov.

Ukraina pekan lalu menuding Rusia menempatkan militernya di sekitar perbatasan bersama dan mengklaim, kelompok sparatis dukungan Rusia secara sistematis melanggar gencatan senjata di timur Ukraina.

Sekaitan dengan ini, Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Rabu lalu mengkonfirmasi kontak telepon antara kepala staf gabungan militer AS dengan sejawatnya dari Rusia dan Ukraina.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell setelah perundingan via telepon dengan Menlu Ukraina, Dmytro Kuleba, mengaku khawatir atas aksi militer Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Ukraina beberapa waktu lalu mengkonfirmasi bantuan militer ratusan juta dolar Amerika kepada Kiev yang mencakup kendaraan lapis baja, drone dan rudal anti-tank.

Selama beberapa hari terakhir, tensi antara Rusia dan Ukraina kian memanas, dan petinggi Rusia serta Ukraina saling menuduh meningkatkan ketegangan di timur Ukraina. (MF)