-
Krisis Kabinet Starmer; Menkes Mengundurkan Diri
May 15, 2026 12:20Pars Today - Dengan memuncaknya krisis di pemerintahan Inggris, Wes Streeting, Menteri Kesehatan negara tersebut, mengundurkan diri.
-
Setelah Negosiasi dengan Pezeshkian, Kapal Jepang Melintas Hormuz
May 14, 2026 15:45Pars Today - Perdana Menteri Jepang mengumumkan bahwa sebuah kapal yang berafiliasi dengan negaranya telah melintasi Selat Hormuz setelah mendapat izin dari Republik Islam Iran.
-
Puluhan Psikiater AS: Trump Berbahaya, Harus Segera Dicopot
May 14, 2026 15:44Pars Today - Puluhan psikiater dan profesional senior kesehatan mental di AS menandatangani pernyataan yang menyatakan bahwa Donald Trump adalah bahaya yang nyata dan mendesak dan menyerukan tindakan segera untuk memecatnya dari kursi kepresidenan.
-
Menlu Kuba Peringatkan AS: Serangan ke Kuba Akan Jadi "Banjir Darah"
May 14, 2026 15:35Pars Today - Menteri Luar Negeri Kuba memperingatkan bahwa serangan AS terhadap negaranya akan menyebabkan bencana kemanusiaan dan "banjir darah" , dengan korban jiwa dari kedua belah pihak.
-
Peringatan Xi ke Trump Soal Taiwan: Jangan Sampai Salah Langkah!
May 14, 2026 14:30Pars Today - Presiden Tiongkok memperingatkan selama pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump di Beijing tentang setiap langkah Washington terkait Pulau Taiwan, dengan mengatakan, “Kesalahan apa pun dapat menyebabkan konfrontasi antara kedua negara.”
-
Dua Peraih Nobel dan Ratusan Akademisi: Hentikan Serangan ke Pusat Sains Iran
May 14, 2026 13:17Pars Today - Hampir 1.500 ilmuwan dari berbagai negara menandatangani surat terbuka yang mengecam keras serangan AS dan rezim Zionis terhadap infrastruktur ilmiah Iran.
-
NYT Laporkan Kasus Luas Pelecehan Seksual Tahanan Palestina oleh Israel
May 13, 2026 16:39Pars Today – New York Times dalam sebuah laporan yang menghebohkan mengungkap kasus luas pelecehan seksual terhadap tahanan Palestina oleh rezim Israel.
-
AS Terpecah: Mayoritas Warga Tolak Perang Trump vs Iran
May 13, 2026 16:35Pars Today - Hasil jajak pendapat nasional di Amerika Serikat menunjukkan bahwa perang yang dipaksakan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Iran telah mendorong popularitas Donald Trump ke level terendah sepanjang masa kepresidenannya.
-
Pemimpin Pakistan: Trump Bukan Calon Nobel Perdamaian, Biang Ketidakstabilan
May 13, 2026 16:23Pars Today - Pemimpin Partai Jamiat Ulema-e-Islam Pakistan (JUI-F) mengatakan bahwa Donald Trump adalah penyebab utama ketidakstabilan di kawasan Teluk Persia saat ini bukannya layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.
-
Ambisi Memperluas Wilayah Trump Tak Berujung: Sekarang Giliran Venezuela
May 13, 2026 15:40Pars Today - Dalam perjalanannya ke China presiden AS memicu kontroversi baru dengan memposting peta yang menandai Venezuela sebagai negara bagian ke-51 AS.