Bahasa Persia, Bahasa Saintifik
Bahasa Persia menempati urutan ke-15 bahasa saintifik dunia. Berdasarkan laporan database abstrak dan sitasi terbesar dunia (Scopus), bahasa Persia diperkenalkan sebagai salah satu bahasa ilmiah dunia pada tahun 2015 dan posisinya naik dua tingkat dibanding tahun 2014 dan sekarang menduduki peringkat 15 dunia.
Sains adalah sebuah karavan global. Dalam karavan ini semua harus saling membangun koneksi dan berkomunikasi dengan bahasa populer dunia. Lalu dimana kontribusi Iran dalam karavan global ini?
Peringkat bahasa Persia pada tahun 2009 sebagai bahasa saintifik berada di posisi 30 dunia. Pada 2010 peringkat itu naik menjadi 28, dan pada tahun 2011 menjadi 24. Bahasa Persia menempati peringkat 22 pada tahun 2012 dan posisi 17 masing-masing pada tahun 2013 dan 2014. Pada tahun 2015, peringkat bahasa Persia di dunia internasional naik dua tingkat dan saat ini berada di posisi 15.
Para periset di seluruh dunia memperoleh update terbaru dan pencapaian di bidang sains melalui jurnal-jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan salah satu sarana terpenting pertukaran informasi di dunia sains modern, namun tidak semua jurnal memiliki kriteria seperti ini. Dari keseluruhan jurnal ilmiah yang terbit pada tingkat global, situs-situs pendokumentasian internasional mempublikasikan jurnal-jurnal yang paling populer. Jadi, situs tersebut menyediakan informasi seputar perkembangan ilmiah terbaru di dunia.
Produksi artikel ilmiah dengan bahasa nasional adalah salah satu parameter perkembangan ilmu pengetahuan di negara-negara dunia. Masalah ini tentu saja tidak disepakati oleh semua pihak dan mereka berpendapat ilmu pengetahuan harus disajikan dalam bahasa internasional.
Meskipun sebagian besar artikel ilmiah di situs Scopus dan website ilmu pengetahuan (ISI) ditampilkan dalam bahasa Inggris, tapi artikel dalam bahasa lain juga dimuat di situs tersebut. Oleh karena itu, teks artikel tidak harus diterbitkan dalam bahasa Inggris, namun juga dapat menggunakan bahasa-bahasa lain dan tentu saja selain bahasa nasional, ringkasan artikel dan abstrak informatif perlu disajikan dalam bahasa Inggris kepada pembaca.
Scopus sendiri juga menawarkan profil penulis yang meliputi afiliasi, jumlah publikasi, data bibliografi mereka, dan referensi. Situs ini menjadi acuan untuk menilai sebuah jurnal atau penelitian yang berkualitas dan ia sering juga digunakan untuk acuan menentukan kualitas seorang peneliti berdasarkan h-Index yang dimiliki. Hirsch index (h-Index) adalah salah satu standard untuk mengukur kinerja penelitian seorang peneliti. Dasar perhitungan yang digunakan dalam pengukuran h-Index adalah jumlah karya ilmiah yang dihasilkan dan jumlah kutipan (sitasi) yang diterima dari publikasi lain.
Program Komprehensif Ilmiah Iran menetapkan delapan tujuan utama untuk sistem sains dan teknologi Republik Islam, di mana tujuan keenam program ini adalah meningkatkan kedudukan bahasa Persia di antara bahasa-bahasa saintifik dunia. Program Komprehensif Ilmiah Iran memaparkan langkah-langkah untuk mencapai tujuan tersebut, yang mencakup penambahan penerimaan mahasiswa asing, penulisan artikel ilmiah dalam bahasa Persia, pembukaan jurusan bahasa Persia di berbagai universitas dunia, dan pengembangan metode-metode baru untuk mempermudah belajar bahasa Persia.
Menurut keyakinan Doktor Ali Ashraf Sadeghi, dosen bahasa di Universitas Tehran, "Pada dasarnya, tidak satu pun bahasa yang mampu menjelaskan konsep ilmiah dari berbagai disipilin ilmu pengetahuan. Semua bahasa berkedudukan sama dalam hal ini. Perkembangan ilmu dan budaya di sebuah masyarakat akan menyebabkan naiknya level bahasa mereka. Sebagai dampak dari kemajuan sains, konsep-konsep pun baru muncul dan para ilmuwan mulai menciptakan kalimat-kalimat baru untuk menjelaskan konsep tersebut."
Prosa ilmiah Persia umumnya ditulis pada abad keempat, kelima, dan keenam Hijriyah, namun seluruh buku prosa ilmiah Persia pada era itu menunjukkan bahwa sepak terjang bahasa ini kembali ke abad-abad pertama Hijriyah. Para ilmuwan Iran dalam karya-karyanya memakai istilah-istilah, di mana ia bisa dianggap sebagai terma ilmiah Persia, seperti pengurangan, penambahan dan banyak istilah lainnya di bidang matematika dan kedokteran.
Prosa ilmiah Persia yang kita maksud sekarang dimulai dengan karya-karya besar seperti, Muhammad ibn Jarir Tabari, Abu Rayhan Biruni, dan Ibnu Sina, dan gerakan ini terus berlanjut. Gerakan ilmiah ini dimulai pada abad keempat sampai keenam Hijriyah dan mencapai puncaknya pada abad ketujuh dan kedelapan Hijriyah, dan sudah melahirkan banyak karya ilmiah dalam bahasa Persia di berbagai bidang seperti, astronomi, matematika, geografi, dan kedokteran.
Di Iran kontemporer selama 70 tahun lalu, bahasa Persia juga mengalami perkembangan sebagai hasil dari kegiatan lembaga-lembaga resmi seperti, lembaga bahasa dan peran para guru dalam menjelaskan berbagai konsep ilmiah dengan bahasa nasional.
Dalam wacana ilmiah, peran bahasa sangat dominan sebagai sebuah sarana transfer pengetahuan dan mengalahi peran-peran lain. Penjelasan simbolis dan ambigu yang menampilkan ekspresi sastra, tidak punya tempat dalam wacana ilmiah. Kondisi ideal bagi bahasa saintifik adalah bisa membangun hubungan yang jelas antara subjek dan objek dan untuk itu, bahasa ilmiah harus menjadi sebuah bahasa yang transparan dan bebas dari kiasan, di mana kaya dengan kata dan istilah-istilah yang baku untuk menjabarkan sebuah fenomena atau konsep tertentu.
Sebenarnya, pengembangan bahasa ilmiah merupakan sebuah proses yang memakan waktu serta berhubungan dengan pola pikir dan budaya masyarakat setempat. Dari sisi lain, proses perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan pemikiran masyarakat akan berpengaruh pada kemajuan bahasa saintifik mereka. Sementara dari sisi lain, pengembangan bahasa saintifik berkontribusi pada kemajuan pemikiran dan ilmiah masyarakat.
Bahasa memainkan peran dimanis dalam budaya masyarakat serta memiliki pengaruh pada pemikiran individu dan komunitas. Menurut Von Herder, "Bahasa sebagai sebuah sistem yang berhubungan dengan sebuah bangsa, membentuk pandangan dunia para anggota bangsa itu. Bahasa bukan hanya sarana, tetapi gudang pemikiran. Dengan kata lain, pengalaman dan ilmu dari banyak generasi telah tersimpan dalam bahasa dan dengan bahasa pula ditularkan kepada generasi berikutnya."
Salah satu kriteria bahasa adalah bersifat produktif dan dinamis. Pada dasarnya, hal yang membedakan bahasa manusia dengan makhluk lain adalah kreativitas bahasa yang tidak terbatas. Ilmu pengetahuan terus berkembang maju dan ia tidak akan berarti tanpa kemajuan. Di sisi lain ilmu memiliki bahasanya sendiri. Oleh karena itu, bahasa ilmiah harus bersifat produktif dan sejalan dengan kemajuan itu.
Dalam bahasa Persia, kita memiliki bahasa yurisprudensi atau bahasa astronomi kuno dan bahkan berperan dalam cabang-cabang ilmu pengetahuan lainnya. Bahasa Persia bersifat produktif dan menciptakan banyak istilah-istilah yang baku dan spesifik.
Pada dasarnya, transfer sains dan teknologi akan sangat sulit dilakukan jika tidak didukung dengan kesiapan bahasa. Untuk menerima transfer itu, bahasa Persia harus menjadi sebuah bahasa saintifik. Meningkatkan level budaya masyarakat dan mengenalkan mereka dengan teknologi baru mungkin dilakukan dengan bahasa ilmiah. Sebab mustahil sebuah negara bisa maju, sementara masyarakatnya tidak memahami bahasa ilmiah dan istilah-istilah teknologi. Kemandirian industri tidak bisa dicapai tanpa memiliki bahasa yang handal dan lugas. Bahasa saintifik merupakan sebuah keniscayaan untuk mandiri.