Lintasan Sejarah 26 Mei 2016
Hari ini, Kamis tanggal 26 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 19 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 6 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Perang dengan Bani Mushtaliq
1431 tahun yang lalu, tanggal 19 Sya'ban 6 Hq, terjadi peperangan antara umat Islam melawan Bani Mushtaliq.
Bani Mushtaliq adalah bagian suku-suku atau kabilah yang tergabung dalam kabilah Khuza'ah yang sudah sejak lama berhijrah dan bertempat disekitar kota Mekah. Para pembesar kabilah ini senantiasa mengembangkan penyembahan berhala di Mekah.
Setelah umat Islam mencapai kekuasaannya di Madinah, Bani Mushtaliq yang tetap mempertahankan penyembahan berhala mereka, mempersiapkan diri untuk memerangi Muslimin. Nabi Muhammad Saw kemudian mengerahkan pasukan Muslimin untuk menghadapi serangan musuh ini. Dalam perang yang kemudian terjadi, Bani Mushtaliq mengalami kekalahan parah di tangan umat Islam.
Pierre Laplace Lahir
267 tahun yang lalu, tanggal 26 Mei tahun 1749, Pierre Simon Laplace, seorang matematikawan, ahli fisika, dan astronom asal Perancis terlahir ke dunia.
Selama hidupnya, ia banyak melakukan penelitian di terhadap gerakan bulan, planet-planet, dan komet.
Di dunia ilmu pengetahuan, Laplace dikenal karena hipotesisnya mengenai keberadaan tata surya. Di dunia fisika, nama Laplace juga cukup terkenal karena ialah yang menemukan prototype teori magnetisme. Kemudian, bersama dengan sejumlah ilmuwan lainnya, Laplace juga berhail menemukan potensi panas yang tersembunyi pada materi yang dihasilkan oleh energi kinetik.
Laplace juga menghasilkan sejumlah karya tulis, yang di antaranya berjudul "Pertunjukan Tatasurya Dunia", "Risalah Mekanik Langit", "Hipotesis Analitis atas Kemungkinan-Kemungkinan", dan "Risalah Filosofis tentang Probabilitas"
Tunisia Resmi Dijajah Perancis
135 tahun yang lalu, tanggal 26 Mei tahun 1881, Perancis secara resmi menyatakan Tunisia sebagai daerah jajahannya.
Sebelum secara resmi menjajah, Perancis telah memiliki intervensi atas kawasan Tunisia di bidang ekonomi dan perdagangan. Tahun 1930-an, Habib Bourguiba, seorang pemimpin perjuangan rakyat melancarkan aksi pemberontakan hingga akhirnya negara itu memperoleh kemerdekaannya tahun 1957.Bourguiba menjadi presiden pertama negara itu dan memerintah secara diktator sampai tahun 1978.
Negara Tunisia terletak di utara Afrika dan berbatasan dengan Libia, Al-Jazair, dan Lautan Mediterania.
Wahidin Sudirohusodo Wafat
99 tahun yang lalu, tanggal 26 Mei 1917 Dr. Wahidin Sudirohusodo wafat pada umur 65 tahun.
Dr. Wahidin Sudirohusodo adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya selalu dikaitkan dengan Budi Utomo karena walaupun ia bukan pendiri organisasi kebangkitan nasional itu, dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta itu.
Wahidin Sudirohusodo sering berkeliling kota-kota besar di Jawa mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat sambil memberikan gagasannya tentang "dana pelajar" untuk membantu pemuda-pemuda cerdas yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Akan tetapi gagasan ini kurang mendapat tanggapan. Gagasan itu juga dikemukakannya pada para pelajar STOVIA di Jakarta tentang perlunya mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa. Gagasan ini ternyata di sambut baik oleh para pelajar STOVIA tersebut. Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo.
Allamah Mohammad Abdul Wahhab Qazvini Wafat
67 tahun yang lalu, tanggal 6 Khordad 1328 Hs, Allamah Qazvini meninggal dunia dalam usia 86 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Hazrat Abdul Azeem, Rey, Tehran.
Muhammad bin Abdul Wahhab Qazvini lahir di Tehran sekitar tahun 1255 Hs. Beliau menyelesaikan pendidikan klasiknya di Tehran dan setelah itu beliau belajar fiqih kepada Ayatullah Sheikh Fazlollah Nouri, teologi dan filsafat kepada Sheikh Ali Nouri. Mohammad Qazvini juga belajar kepada Mirza Hassan Ashtiani, Sheikh Hadi Najm Abadi, Sayid Ahmad Adib Pishavari dab berhasil menunjukkan kecerdasannya yang luar biasa. Ia belajar bahasa Perancis kepada Zaka al-Maleki
Foroughi. Akhirnya Allamah Qazvini berhasil mencapai derajat ilmu yang tinggi dan melakukan penelitian yang mendalam tentang prinsip-prinsip seni dan filsafat.
Allamah Qazvini pada 1283 Hs pergi ke Inggris dan Perancis atas undangan saudaranya Mirza Ahmad Khan dan berkesempatan berkenalan dengan para orientalis Barat seperti Henri Masse dari Perancis, Edward Granville Browne dari Inggris dan Vladimir Fedorovich Minorsky dari Rusia yang berujung pada kerjasama budaya di antara mereka.
Allamah Qazvini kembali ke Iran pada 1318 Hs setelah sekitar 35 tahun mukim di Eropa dan langsung sibuk mengajar dan mengkaji. Beliau termasuk ulama yang jarang dicari tandingannya dalam penguasaan terhadap ilmu-ilmu klasik dan modern. Karya tulisnya juga juga mencakup banyak bidang keilmuan.