May 31, 2016 04:53 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 29 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Hajar Asqallani Terlahir

664 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 773 Hijriah, Ibnu Hajar Asqallani, ulama fiqih, hadis, sejarah, dan penyair muslim Mesir, terlahir ke dunia di kota Kairo.
Pada usianya ke-5 tahun, ayahnya meninggal dunia dan sejak saat itu pula, ia dikirim ke sekolah agama. Pada usia 10 tahun, Asqallani telah menghapal al-Quran dan setelah itu, dia melanglang buana untuk menimba ilmu. Penguasaannya terhadap ilmu hadis membuatnya dikenal sebagai penghapal hadis terkemuka.
Dia meninggalkan karya penulisan sebanyak 150 jilid buku, di antaranya berjudul "Lisaanul Mizan" dan "al-Ishabah Fi Tamyiizish-Shahabah". Ibnu Hajar Asqalani meninggal dunia tahun 852 Hijriah.
Konstantinopel Ditaklukkan Ottoman
 
563 tahun yang lalu, tanggal 29 Mei tahun 1453, kota pelabuhan Konstantinopel yang merupakan ibu kota imperium Romawi Timur ditaklukkan oleh Sulthan Muhammad Fatih, Raja Imperium Ottoman.
Kota Konstantinopel dibangun pada tahun 330 Masehi oleh Raja Romawi, Constantin Pertama, di atas tujuh bukit di tepi selat Bosporus dan memiliki bangunan-bangunan kuat yang memiliki nilai sejarah dan seni yang sangat tinggi.
 
Perintah pertama yang dikeluarkan oleh Sulthan Muhammad Fatih setelah menduduki Konstantinopel adalah menjaga keamanan dan kemerdekaan para penduduk kota itu. Kemudian, dia mengadakan perbaikan atas berbagai kerusakan yang terjadi akibat perang dan membangun sebuah mesjid yang hingga kini masih berdiri, yaitu mesjid Sulthan Muhammad.
 
Kota Konstantinopel pada tahun 1930 beralih nama menjadi Istanbul dan menjadi ibu kota negara Turki.
Andres Celcius Meninggal Dunia
 
315 thaun yang lalu, tanggal 29 Mei 1701, seorang fisikawan dan peneliti asal Swedia, Andres Celcius, terlahir di kota Upsala, sebuah kota pusat kebudayaan di Swedia.
Setelah menyelesaikan studinya, ia banyak melakukan riset dan eksperimen. Tak lama setelah itu, ia berhasil menemukan skala pengukur suhu, yang lebih dikenal dengan sebutan namanya, yaitu skala celcius. Ia meninggal dunia tahun 1744.
Dr. Sumitro Djojohadikusumo Lahir
99 tahun yang lalu, tanggal 29 Mei 1917 Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo lahir di Kebumen, Jawa Tengah. Ia adalah salah seorang tokoh ekonomi Indonesia.
Dalam pemerintahan ia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Perindustrian Kabinet Natsir (1950-1951), Menteri Keuangan Kabinet Wilopo (1952-1953), Menteri Keuangan Kabinet Burhanuddin Harahap (1955-1956), Menteri Perdagangan Kabinet Pembangunan I (1968-1973), dan Menteri Riset Kabinet Pembangunan II (1973-1978).
Disertasinya berjudul Het Volkscredietwezen in de Depressie yang dalam bahasa Indonesia berarti "Kredit Rakyat (Jawa) di Masa Depresi" diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Ekonomi Nederlands Economische Hogeschool. Gelar Master of Arts (MA) diraihnya pada tahun 1940 saat usianya baru menjelang 26 tahun ia telah mendapat gelar doktor ilmu ekonomi. Pada usia menjelang 84 tahun, Sumitro meninggal dunia pada tanggal 9 Maret 2001.
Nazem Al-Atebba Wafat
92 tahun yang lalu, tanggal 9 Khordad 1303 Hs Nazem al-Atebba meninggal dunia pada di usia 77 tahun.
Mirza Ali Akbar Khan Nafisi yang lebih dikenal dengan sebutan Nazem al-Atebba Kermani lahir di kota Kerman sekitar tahun 1336 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, ia kemudian mempelajari filsafat dan belajar kedokteran di madrasah Dar al-Funun di Tehran.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Nazem al-Atebba mendirikan rumah sakit modern pertama di Iran dan didukung oleh para dokter terkenal. Ia pada 1261 Hs kembali membangun rumah sakit modern di kota Mashad dan menjadi dokter pribadi Naser ad-Din Shah dan Mozaffaruddin Shah Qajar.
Ali Akbar Nafisi selain melakukan pengobatan, ia juga menulis buku. Karya kedokterannya mencakup kumpulan buku penting dan bermanfaat yang disusunya setelah menerjemahkannya dari bahasa asing. Nazem al-Atebba juga punya andil dalam mengumpulkan kosa kata bahasa Persia dan menuliskannya dalam Kamus Nafisi dalam 5 jilid yang disusunnya selama 25 tahun.
Allamah Syaikh Muhammad Jawad Balaghi Wafat
83 tahun yang lalu, tanggal 22 Sya'ban 1354 Hijriah, Allamah Syaikh Muhammad Jawad Balaghi, seorang ulama besar Islam, meninggal dunia.
Allamah Balaghi menuntut ilmu dari ulama-ulama terkemuka di zamannya, antara lain Mirza Shirazi, sampai akhirnya dia menjadi ulama fiqih dan penulis besar. Di antara karya-karya Allamah Balaghi berjudul "Balaghul Mubin".