Lintasan Sejarah 30 Mei 2016
Hari ini, Senin tanggal 30 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 10 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Syarafuddin Wafat
704 tahun yang lalu, tanggal 23 Sya'ban 733 Hijriah, Husein bin Abdullah Thayyebi yang dikenal dengan nama Syarafuddin, seorang ahli hadis dan sastrawan besar abad ke-8 hijriah meninggal dunia.
Pada masa hidupnya, ia adalah ilmuwan ternama yang sangat menguasai ma'ani, bayan, dan sastra Arab. Dalam kehidupan sehar-hari, Thayyebi lebih banyak meluangkan waktunya untuk mengajar tafsir Quran dan periwayatan hadits. Di antara karya terkenalnya adalah kitab "Tafsir Al-Quran" dan "Syarh Misykat".
Penyair Jami Lahir ke Dunia
620 tahun yang lalu, tanggal 23 Sya'ban 817 Hq, Nuruddin Abdurrahman Jami, seorang penyair dan sastrawan terbesar Iran abad ke-9 Hijriah terlahir ke dunia di Kota Jam, sebuah kawasan di timur laut Iran.
Ketika masih muda, Jami telah belajar ilmu-ilmu keagamaan, sastra, dan sejarah di Kota Samarqand. Setelah itu, ia melakukan pengembaraan ke berbagai kawasan lainnya.
Jami adalah seorang penyair yang dikenal sebagai pecinta Ahlul Bait Rasulullah Saw. Berbeda dengan para penyair lain pada masanya, Jami tidak pernah membuat syair yang isinya berupa pujian kepada para penguasa. Di antara karya-karya terkenalnya adalah kitab yang berjudul "Silsilatudz-Dzahab", dan "Baharestan". Jami meninggal dunia pada tahun 898 Hijriah.
Joseph Gay-Lussac Lahir
238 tahun yang lalu, tanggal 30 Mei 1778, Joseph Gay-Lussac, seorang fisikawan dan kimiawan Perancis, terlahir ke dunia.
Pada usia 14 tahun, Gay-Lussac dikirim ke Paris untuk menuntut ilmu di bidang sains. Setelah lulus, Gay-Lussac menjadi asisten dari kimiawan Perancis terkemuka, Berthollet, yang saat itu bekerja sama dengan Lavoisier. Pekerjaan ini memberi Gay-Lussac kesempatan untuk melakukan penelitian bersama para fisikawan dan kimiawan besar Perancis saat itu.
Pada usia 24 tahun, Gay-Lussac memulai penelitian besar pertamanya, yaitu mengamati perilaku gas. Dia pun akhirnya menemukan hukum perbandingan tekanan gas, yang disebut sebagai Hukum Gay-Lussac, yang menyatakan, tekanan gas di dalam ruangan tertutup akan meningkat sebanding dengan kenaikan suhu dalam ruang itu. Gay-Lussac meninggal dunia tahun 1850.
Dr. Soetomo Meninggal
78 tahun yang lalu, tanggal 30 Mei 1938, dr. Soetomo menghembuskan nafas terakhir setelah menderita sakit beberapa bulan.
Dr. Soetomo dikenal sebagi tokoh pergerakan nasional lewat Boedi Oetomo. Selain aktif dalam Boedi Oetomo ia juga aktif dalam organisasi Indonesische Studieclub Surabaja (ISC).
Keteguhan dr. Soetomo untuk konsen kepada ide-ide nasionalis dalam ISC dibuktikan dengan hengkang dari Boedi Oetomoe yang dinilai makin bercorak promodial kejawa-jawaan pada 1925. Selain sebagai tokoh pergerakan, dr. Soetomo juga memiliki peran yang besar terhadap perkembangan pers Indonesia.
Ayatullah Azizullah Khosravi Zanjani Wafat
21 tahun yang lalu, tanggal 10 Khordad 1374 Hs, Ayatullah Azizullah Khosravi Zanjani meninggal dunia dalam usia 87 tahun dan dikuburkan di Pemakaman Syuhada Takab, Azerbaijan Barat.
Ayatullah Haj Sheikh Azizullah Khosravi Zanjani lahir pada 1287 Hs di salah satu kota di Zanjan, Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, beliau belajar ilmu-ilmu agama di hauzah ilmiah Zanjan. Beliau setelah belajar selama 10 tahun akhirnya pindah ke Qom dan selama 12 tahun mengikuti kuliah fiqih dan ushul fiqih untuk tingkat mujtahid kepada para guru besar seperti Ayatullah Sayid Sadruddin Sad, Mohammad Feiz Qommi, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra.
Ayatullah Zanjani pada 1334 Hs dikirim oleh Ayatullah al-Udzma Boroujerdi ke daerah-daerah terpencil di provinsi Azerbaijan Barat dan hingga akhir hayatnya selama 40 tahun beliau membaktikan dirinya untuk mengajar, menulis dan menuntun masyarakat di sana. Sekalipun kondisi hidup di sana sangat berat, tapi beliau sangat berperan dalam penyebaran ajaran Ahlul Bait dan memperkokoh akidah Syiah.
Ayatullah Azizullah Zanjani dalam proses kebangkitan rakyat Iran yang dipimpin oleh Imam Khomeini ra tampil menjadi seorang ulama penentang rezim Shah Pahlevi di Azerbaijan Barat. Beliau membuktikan tidak pernah berdamai dengan rezim Shah. Pasca kebangkitan 15 Khordad 1342 Hs, beliau mendapat ancaman saat berpidato di hadapan rakyat, namun dengan penuh keberanian, beliau tetap tampil dan berpidato.