Lintasan Sejarah 31 Mei 2016
Hari ini, Selasa tanggal 31 Mei 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 24 Sya'ban 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 11 Khordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Joseph Haydn Meninggal
207 tahun yang lalu, tanggal 31 Mei 1809, Joseph Haydn, seorang komposer besar asal Austria, meninggal dunia.
Hayden dilahirkan pada tahun 1732 di sebuah desa bernama Rohrau. Keluarga Haydn sangat mencintai musik, namun hanya Joseph Haydn-lah yang memperlihatkan bakat untuk menjadi pemusik. Pada usia enam tahun, dia mulai mempelajari musik secara serius di kota kecil Hainburg. Pada usia delapan tahun, Haydn ditarik menjadi anggota paduan suara gereja di Wina dan di sanalah ia hidup hingga akhir hayatnya.
Beberepa tahun kemudian, Haydn dikeluarkan dari paduan suara itu sehingga ia terpaksa mencari uang dengan bermain biola di pesta-pesta sebelumnya akhirnya bekerja di Akademi Musik milik Nicola Porpora. Pada tahun 1759, ia menciptakan Simpony Pertama. Kemampuan musiknya yang besar menyebabkan ia diundang untuk bergabung dengan orkestra pribadi milik seorang pangeran dan di sanalah ia banyak menciptakan berbagai komposisi musik yang membuatnya terkenal.
Hasan Shirazi Meninggal Dunia
125 tahun yang lalu, tanggal 24 Sya'ban 1312 Hijriah, Mirza Muhammad Hasan Shirazi, seorang ahli fiqih dan marji' besar Islam, meninggal dunia.
Mirza Muhammad Hasan Shirazi dilahirkan pada tahun 1230 Hijriah di kota Shiraz, di selatan Iran. Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau melanjutkan pendidikan ke hauzah imiah di kota Najaf, Irak. Selama beberapa tahun, beliau belajar dari Syaikh Murtadha Anshari, yang merupakan ulama besar pada zaman itu, sampai akhirnya mencapai derajat keilmuan yang tinggi.
Mirza Shirazi merupakan pencetus pemboikotan tembakau di Iran. Beliau mengeluarkan fatwa yang mengharamkan tembakau dan rokok, yang kala itu penjualannya dimonopoli oleh Inggris. Fatwa ini merupakan penentangan besar terhadap rezim yang berkuasa waktu itu, yaitu Raja Nasirudin dari Dinasti Qajar, yang bekerjasama dengan Inggris. Fatwa pengharaman tembakau ini memberikan pengaruh besar bagi perjuangan rakyat Iran selanjutnya dalam melawan rezim-rezim despotik di Iran.
Uni Afrika Selatan Dibentuk
106 tahun yang lalu, tanggal 31 Mei 1910, berdirilah Union of South Africa atau Uni Afrika Selatan yang merupakan negara semi merdeka di bawah dominasi Inggris.
Pembentukan Uni Afrika Selatan ini terjadi delapan tahun setelah berakhirnya perang Anglo-Boer, yang meletus antara para imigran Belanda dan tentara Inggris. Kawasan Afrika Selatan pertama kali ditemukan oleh pelaut asal Portugis pada tahun 1488.
Karena kekayaan alam yang dikandung oleh tanah Afsel, orang-orang Eropa, terutama Belanda, berdatangan dan menetap di sana sejak pertengahan abad ke-17. Dua abad kemudian, tentara Inggris datang pula ke Afsel dan menjadikannya sebagai wilayah jajahan. Hal inilah yang memicu perang antara orang-orang Inggris dan Belanda yang bermukim di Afsel. Melalui pembentukan Uni Afrika Selatan ini, para imigran Barat mendapat hak otonomi untuk mengatur pemerintahan sendiri di bawah pengawasan Inggris. Pada tahun 1961, barulah Afsel merdeka penuh sebagai negara republik. Namun, kaum kulit putih yang menguasai pemerintahan menerapkan kebijakan diskriminatif terhadap pemilik asli tanah Afsel, bangsa kulit hitam.
Setelah melalui perjuangan panjang, pada tahun 1991, barulah kaum kulit hitam Afsel berhasil meraih hak yang sejajar dengan kaum kulit putih dengan berakhirnya pemerintahan apartheid.
Pembubaran Partai Jomhouri-e Eslami
29 tahun yang lalu, tanggal 11 Khordad 1366 Hs, partai Jomhouri-e Eslami Iran dibubarkan.
Partai Jomhoiri-e Eslami sepekan pasca kemenangan Revolusi Islam Iran dibentuk oleh Ayatullah Sayid Mohammad Hosseini Beheshti, Sayid Ali Khamenei, Sayid Ali Abdolkareem Mousavi Ardebili, Akbar Hashemi Rafsanjani dan Doktor Mohammad Javad Bahanar dengan tujuan menciptakan sebuah organisasi yang kokoh dan mengkoordinasi sumber daya manusia aktif serta menciptakan keserasian dan disiplin. Partai ini selama berdirinya, selain berpartisipasi aktif di setiap peristiwa politik dan sosial Iran, juga memiliki peran menentukan dalam penentuan kebijakan negara lewat para pemimpinnya yang berada di jabatan-jabatan strategis pemerintah.
Aktivitas partai Jomhouri-e Eslami berlangsung hingga tahun 1363 Hs, tapi sejak saat itu secara perlahan-lahan cakupan kegiatannya mulai menurun dan pada 11 Khordad 1366 Hs, berdasarkan usulan Ayatullah Khamenei dan Hashemi Rafsanjani kepada Imam Khomeini ra tentang pembubaran partai ini. Imam Khomeini ra sendiri menyetujui pembubaran itu.
Dalam surat yang ditulis oleh para pemimpin partai ini disinggung mengenai pembubaran partai sebagai berikut, "Dirasakan bahwa keberadaan partai sudah tidak lagi bermanfaat seperti pada awal terbentuknya. Bahkan sebaliknya pembentukan partai politik di saat ini justru dapat menjadi alasan untuk terciptanya perselisihan dan keretakan yang merugikan persatuan nasional. Oleh karenanya, Dewan Pusat Partai dengan suara bulat sampai pada kesimpulan bahwa maslahat Revolusi Islam saat ini menuntut pembubaran secara menyeluruh Partai Jomhouri-e Eslami."