Lintasan Sejarah 21 Maret 2022
Hari ini Senin, 21 Maret 2022 bertepatan dengan 18 Sya'ban 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 1 Farvardin 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.
Ibnu Duraid, Sastrawan Arab Wafat
1122 tahun yang lalu, tanggal 18 Sya'ban 321 HQ, Ibnu Duraid, sastrawan Arab meninggal dunia di usia 98 tahun dan dikebumikan di komplek pekuburan Abbasiah di Baghdad, Irak.
Abu Bakar Muhammad bin Hasan Azdi yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Duraid lahir di kota Basrah, Irak pada 223 HQ. Ia belajar sastra Arab kepada guru-guru besar seperti Abu Hatim al-Sijstani. Setelah itu ia pergi ke Oman dan tinggal selama 12 tahun di sana.
Ibnu Duraid seorang yang cerdas dengan kekuatan hapalan yang luar biasa. Ia juga dikenal sebagai seorang dermawan. Ia lebih banyak memanfaatkan waktunya untuk meneliti, mengajar dan menulis. Ibnu Duraid banyak menghasilkan murid-murid berkualitas seperti Abu al-Faraj Isfahani, Marzbani dan Seirafi.
Popularitas Ibu Duraid lebih dikarenakan perannya dalam sejarah penulisan bahasa Arab. Ia dikenal sebagai guru besar di bidang ilmu bahasa, puisi dan bahkan kritikus sastra. Ia diberi julukan A'lam al-Syu'ara dan Asy'ar al-Ulama.
Perubahan Bulan Hijriah Qamariah Menjadi Syamsiah
96 tahun yang lalu, tanggal 1 Farvardin 1304 HS, perubahan bulan Hijriah Qamariah menjadi Syamsiah di Iran.
Hijrah Nabi Muhammad Saw dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 menjadi dasar tahun Hijriah Qamariah. Tahun dan bulan Hijriah Qamariah menjadi dasar penanggalan resmi di Iran hingga tahun 1344 HQ. Pada tahun itu yang bertepatan dengan 1304 tahun syamsiah dari hijrah Nabi Muhammad Saw, Iran mengubah penanggalannya dari Hijriah Qamariah menjadi Hijriah Syamsiah.
Sebelumnya, pemerintah Iran mengusulkan rancangan undang-undang kepada parlemen agar penanggalan Hijriah Syamsiah menjadi penanggalan resmi Iran. Pada 1 Farvardin 1304 (21 Maret 1925), parlemen Iran meratifikasi RUU tersebut menjadi UU. Sesuai dengan ratifikasi itu, seluruh kantor pemerintah berkewajiban untuk menggunakan bulan Syamsiah dalam aktivitasnya.
Namun sepuluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1314 HS, Reza Shah Pahlevi yang menerapkan kebijakan memusuhi Islam, hanya menyusun bulan-bulan Syamsiah dan melarang penggunaan bulan-bulan Qamariah.
Tabrakan Kapal Militer AS & Soviet
38 tahun yang lalu, tanggal 21 Maret 1984, kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat (AS), USS Kitty Hawk (CV-63) bertabrakan dengan sebuah kapal selam tempur Uni Soviet, Victor Class (Project 671).
Insiden itu berlangsung di Laut Jepang (Laut Timur).
Kendati tak ada korban jiwa, tabrakan itu memiliki risiko tinggi mengingat kapal selam Soviet menggunakan tenaga nuklir dan membawa torpedo berhulu ledak nuklir. Kapal USS Kitty Hawk saat itu juga membawa senjata nuklir.
Tabrakan terjadi saat USS Kitty Hawk baru menjalani latihan tempur dengan kode Team Spirit. Rupanya, kapal induk itu sudah diintai berhari-hari oleh kapal selam Soviet.
Kendati tabrakan itu tidak menimbulkan kerusakan parah, USS Kitty Hawk harus diperbaiki di pangkalan militer AS di Teluk Subic, Filipina. Rupanya terdapat sebuah sekrup dari kapal selam Soviet yang tersangkut di lambung kapal induk itu.
Setelah melaut selama lebih dari 47 tahun, kapal induk yang mampu membawa 85 unit pesawat dan 5.624 awak itu memasuki masa purnabakti dan tak lagi digunakan sejak 31 Januari 2009. Peran Kitty Hawk selanjutnya diganti oleh kapal induk baru, USS George H.W. Bush.