Lintasan Sejarah 29 Maret 2022
Hari ini Selasa, 29 Maret 2022 bertepatan dengan 26 Sya'ban 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 9 Farvardin 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini
Hari ini Selasa, 29 Maret 2022 bertepatan dengan 26 Sya'ban 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 9 Farvardin 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini
Yazid bin Abdul Malik bin Marwan Meninggal Dunia
1338 tahun yang lalu, tanggal 26 Sya’ban 105 HQ, Yazid bin Abdul Malik bin Marwan meninggal dunia.
Pasca meninggalnya Umar bin Abdul Aziz, Yazid bin Abdul Malik bin Marwan menjadi khalifah tahun 101 HQ. Yazib bin Abdul Malik adalah seorang yang suka berfoya-foya dan minum minuman keras. Ia tidak punya perhatian untuk mengelola urusan negara Islam. Terlebih lagi ia memiliki seorang keluarga bernama Hajjaj al-Tsaqafi, seorang haus darah yang mengatur segala urusan.
Yazid bin Abdul Malik bin Marwan di akhir usianya membuktikan tidak dapat melepaskan diri dari hidup berfoya-foya. Tapi tidak beberapa lama orang yang dicintainya meninggal dan kehidupan megahnya berubah menjadi duka. Sang khalifah akhirnya hanya sempat hidup beberapa hari sepeninggal kekasihnya pada 26 Sya'ban 105 HQ.
Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi Wafat
27 tahun yang lalu, tanggal 9 Farvardin 1373 HS, Ayatullah Mirza Ali Akbar Marandi meninggalkan dunia.
Ayatullah Ali Akbar Marandi lahir di kota Marand pada 1314 HS dari keluarga ulama. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar agama di kota kelahirannya, beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Najaf, Irak. Beliau belajar pada guru-guru besar hauzah ilmiah Najaf selama 15 tahun seperti Syeikh Muhammad Muhsin Gharawi Isfahani, Mirza Naini, Agha Dhiya ad-Din Iraqi, Sayid Abul Hasan Isfahani.
Ayatullah Marandi selama 10 tahun belajar irfan dan sair suluk bersama teman sekamarnya Allamah Sayid Muhammad Husein Thabathabai kepada guru besar seperti Ayatullah Sayid Hossein Kouh Kamareh-i, Sayid Sadra Badkoubeh-i dan khususnya kepada Mirza Ali Qadhi Tabrizi Thabathabai. Beliau menguasai ilmu hadis, tafsir dan tentu saja masalah-masalah fiqih dan irfan.
Ayatullah Marandi tinggal di kota kelahirannya selama lebih dari 50 tahun dan selama itu pula beliau mengajar, menulis dan menuntun masyarakat ke jalan Allah. Beliau disebut oleh Allahmah Thabathabai sebagai bintang irfan yang terang benderang bersinar di langit.
Pria Perancis Mengamuk, 8 Tewas
20 tahun yang lalu, tanggal 29 Maret 2002, polisi Perancis menangkap seorang pria bersenjata yang mengamuk dan membunuh delapan orang serta melukai sekitar 30 lainnya ketika mereka tengah mengadakan pertemuan di balai kota di pinggiran Paris, Perancis.
Pria yang membawa beberapa senjata api itu kemudian dibawa ke kantor polisi setempat untuk diinterogasi. Pria itu menembakkan pistol otomatisnya sesaat setelah pertemuan tersebut berakhir pada 01.16 waktu setempat di kota pinggiran Paris, Nantere.
Dia menembakkan senjatanya kepada para anggota dewan secara berurutan dan dengan tenang mengisi senjatanya beberapa kali sebelum akhirnya dilumpuhkan. Sebagian besar korban yang tewas merupakan anggota dewan terpilih di Nantere, barat laut Paris.
Kota tersebut merupakan kota kelas pekerja yang memiliki populasi mahasiswa cukup tinggi.