Apr 14, 2022 05:24 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 14 April 2022

Hari ini Kamis, 14 April 2022 bertepatan dengan 12 Ramadhan 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 25 Farvardin 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Iran Peringati Attar Neishabouri

 

Tanggal 25 Farvardin, Republik Islam Iran memeringati hari Attar Neishabouri.

 

Farid ad-Din Abu Mohammad bin Abu Bakar Ibrahim bin Ishaq Attar Kadkani Neishabouri adalah penyair dan ahli irfan Iran abad ke-6 dan awal abad ke-7. Attar Neishabouri lahir tahun 537 Hq di desa Kadkan, Neishabouri. Tidak ada informasi mengenai masa-masa awal kehidupannya.

 

Banyak karya yang dinisbatkan kepadanya, tapi sebagian darinya sulit diterima mengingat penggunaan lafad dan kelemahan pemikiran yang ada tidak dapat dinisbatkan kepada Attar Neishabouri. Sekalipun demikian, tidak dapat dikatakan bawa karya syair itu memiliki kualitas yang rendah.

 

Attar Neishabouri meninggalkan banyak karya dan yang paling terkenal adalah Mantiq at-Thair dan Tadzkirah al-Auliya. Buku Tadzkiran al-Auliya ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi disertai kefasihan bahasa Persia. Karya-karya syair matsnawi Attar Neishabouri menjadi sumber penting dalam penyusunan matsnawai Maulawi.

 

Attar Neishabouri meninggal dunia pada 618 Hq dalam pembantaian massal di Neishabouri yang dilakukan oleh pasukan Mongol.

 

Ibnu Al-Jauzi Meninggal

 

846 tahun yang lalu, tanggal 12 Ramadan 597 HQ, Ibnu al-Jauzi, seorang ulama fiqih, hadis, dan sejarah abad ke-6 Hijrah, meninggal dunia di kota Bagdad.

 

Ibnu al-Jauzi dilahirkan pada tahun 510 Hijriah dan menghabiskan sebagian besar umurnya untuk menuntut ilmu dan menulis buku. Selain menguasai bidang fiqih dan hadis, Ibnu al-Jawzi juga mahir dalam berkhutbah, sehingga menjadi kepercayaan dari para ulama di zamannya.

 

Karya tulis Ibnu al-Jawzi mencapai 200 jilid dan yang terkenal di antaranya berjudul "al-Muntazhim" dan "Mawa'izh al-Muluk".

 

Hugo Chaves Kembali Berkuasa

 

20 tahun yang lalu, tanggal 14 April tahun 2002, dua hari setelah tersingkir akibat kudeta, Hugo Chavez berhasil kembali meraih kekuasaan menjadi presiden Venezuela.

 

Chavez terpilih sebagai presiden tahun 1999 dan melakukan berbagai reformasi yang memihak kaum miskin. Selain itu, ia melakukan pengontrolan atas perusahaan minyak AS yang melakukan eskplorasi di Venezuela. Hal ini membuat Washington gusar dan memberi dukungan kepada para penentang Chavez di dalam negeri.

 

Pada tanggal 12 Maret 2002, militer Venezuela melakukan kudeta terhadap Chavez, namun atas protes dan demonstrasi meluas dari rakyat Venezuela, akhirnya, pemerintahan kudeta menyerah dan Chavez kembali diangkat menjadi presiden.

 

Akhirnya pada 5 Maret 2013, Hugo Chavez meninggal dunia akibat penyakit kanker yang dideritanya.