May 13, 2022 09:41 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 13 Mei 2022

Hari ini Jumat, 13 Mei 2022 bertepatan dengan 11 Syawal 1443 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran tanggal 23 Ordibehest 1401 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi hari ini.

Rasulullah Pergi Ke Thaif

 

1446 tahun yang laluTanggal 11 Syawal 3 tahun sebelum Hijrah, Rasulullah Saw melakukan perjalanan ke Thaif di dekat Mekah dengan tujuan untuk mengajak kabilah Tsaqif masuk Islam.

 

Perjalanan ini dilakukan Rasulullah tak lama setelah wafatnya Abu Thalib, pelindung utama Rasulullah. Meninggalnya Abu Thalib yang disegani oleh kaum musyrik Quraisy, membuat mereka semakin berani mengganggu Rasulullah.

 

Oleh karena itu, jika warga kota Thaif mau menerima Islam, kota ini akan dijadikan tempat berlindung bagi warga Muslimin dari kekejaman kaum Musyrikin Mekah.  Namun, pemimpin kabilah Tsaqif bukan hanya menolak beriman kepada Allah Yang Esa dan Rasulullah, namun bahkan menyerang Rasululah sehingga beliau terluka. Akhirnya Rasulullah dan kaum Muslimin Mekah berhijrah ke Madinah dan mendirikan pemerintahan Islam di sana.

 

Bank Nasional Iran Cetak Uang Kertas Pertama

 

92 tahun yang lalu, tanggal 23 Ordibehesht 1309 HS, Bank Nasional Iran mencetak uang kertas pertama.

 

Sejak tahun 1268 HS, Bank Shahanshahi (Bank Monarki) menjadi satu-satunya institusi keuangan resmi yang bisa mencetak uang, logam maupun kertas. Lembaga yang berafiliasi terhadap Inggris itu bertanggung jawab terhadap penyebaran uang di Iran.

 

Dua tahun kemudian, terbit uang baru dengan logo baru berupa gambar singa, matahari dan Naseruddin Shah Qajar.

 

Bank Monarki mencetak dan menerbitkan uang selama empat puluh tahun hingga hak tersebut dicabut pada 23 Ordibehesht 1309 HS, dan 200 ribu Lira diserahkan kepada Bank Nasional Iran.

 

Uang kertas di bawah naungan Bank Nasional Iran pertama kali diterbitkan pada tahun 1310 HS yang berlaku hingga beberapa tahun sesudahnya.

 

Paus Yohanes Paulus II Selamat dari Pembunuhan

 

41 tahun yang lalu, tanggal 13 Mei 1981, pemimpin umat Katolik se-dunia, Paus Yohanes Paulus II, lolos dari maut kendati ia ditembak empat kali.

 

Saat itu, dia menemui sekitar 20.000 umat di Alun-alun St. Peter di Roma, Italia. Paus ditembak oleh seorang pria 23 tahun asal Turki bernama Mehmet Ali Hagca, 13 Mei 1981. Dua peluru bersarang di perutnya, sebuah lagi di tangan kanan sedangkan satu tembakan lain mengenai salah satu jarinya.

 

Rohaniwan besar asal Polandia itu langsung dilarikan ke rumah sakit dan tim ahli bedah membutuhkan waktu lima jam untuk mengeluarkan semua peluru dari tubuhnya. Nyawa Paus selamat dan dua pekan kemudian bisa keluar dari rumah sakit kendati harus masuk kembali pada tanggal 21 Juni 1981, karena infeksi paru-paru.

 

Sedangkan Hagca divonis hukuman penjara seumur hidup pada Juli 1981. Namun, Paus mengampuni Hagca dan meminta dia dibebaskan dari penjara di Italia pada Juni 2000.

 

Paus akhirnya tutup usia pada 2 April 2005 setelah menderita gangguan pernafasan. Posisinya sebagai pemimpin Vatikan ditempati oleh Kardinal Joseph Radzinger, yang dikenal sebagai Paus Benediktus XVI.