Lintasan Sejarah 10 Juli 2016
Hari ini, Minggu tanggal 10 Juli 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 5 Syawal 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 20 Tir 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Muslim bin Aqil Memasuki Kota Kufah
1377 tahun yang lalu, tanggal 5 Syawal 60 Hq, Muslim bin Aqil, sepupu Imam Husein, masuk ke kota Kufah dengan tujuan untuk menerima baiat atau janji setia dari rakyat kota itu kepada Imam Husein as, cucu Rasulullah Saw.
Sebelumnya, rakyat Kufah mengirimkan ribuan surat kepada Imam Husain di Madinah untuk meminta agar beliau datang ke Kufah dan memimpin revolusi menentang pemerintahan Bani Umayah yang despotik.
Pada awal kedatangan Muslim bin Aqil, 18 ribu penduduk kota itu menyampaikan janji setia mereka kepada Imam Husein dan Muslim pun mengirimkan kabar kepada Imem Husain bawah rakyat Kufah telah siap mendukung beliau. Namun, tak lama kemudian, atas represi kejam dari pemerintahan Bani Umayah, rakyat Kufah mundur dan berbalik menentang Imam Husein, bahkan bergabung dengan pasukan Ibnu Ziyad yang membantai Imam Husain as di Padang Karbala.
Pulau Islandia Ditemukan
1142 tahun yang lalu, tanggal 10 Juli 874, pulau Islandia yang terletak di dekat kutub utara, ditemukan oleh para nelayan Norwegia.
Sejak itu, pulau itu didatangi oleh orang-orang dari Norwegia dan Skotlandia. Pada tahun 930, rakyat Islandia mulai membentuk sebuah pemerintahan dan parlemen.
Sejak tahun 1261, negara ini dikuasai oleh Norwegia tetapi pada tahun 1380, kedua negara tersebut jatuh ke dalam kekuasaan Denmark. Antara tahun 1940-944, Islandia berpindah-pindah dari kekuasaan Inggris, lalu jatuh ke tangan AS, dan akhirnya kembali ke tangan Denmark.
Pada tahun 1944, barulah Islandia berhasil meraih kemerdekaannya.
Alaska Ditemukan
275 tahun yang lalu, tanggal 10 Juli 1741, kawasan Alaska yang terletak di barat laut Kanada, ditemukan oleh petualang Denmark, Vitus Bering.
Pada tahun 1784, kolonialis Rusia mendirikan pemukiman Eropa pertama di pulau Kodiak, di teluk Alaska dan kemudian Rusia memiliki hak monopoli atas Alaska.
Pada tahun 1867, AS membeli kawasan Alaska dari Rusia seharga 7 juta 200 ribu dolar AS. Sejak saat itu, Alaska dieksplorasi oleh AS dan mendatangkan uang dalam jumlah besar. Pertama, di sana dibangun pabrik pengalengan ikan salmon. Kemudian, pada awal tahun 1900-an, tambang emas dibuka, dan terakhir, pada tahun 1968, ditemukan cadangan minyak raksasa di Prudhoe Bay, Alaska.
Sejak tahun 1959, Alaska secara resmi menjadi negara bagian ke-49 dari Amerika Serikat.
Kurt Alder Lahir
114 tahun yang lalu, tanggal 10 Juli 1902, Kurt Alder, seorang kimiawan Jerman peraih Nobel, terlahir ke dunia.
Pada tahun 1922, Alder mulai mempelajari kimia di Universitas Berlin. Alder melanjutkan studinya di Universitas Kiel sampai meraih gelar doktor pada tahun 1926 dan kemudian diangkat menjadi dosen di universitas tersebut.
Pada tahun 1936, Alder meninggalkan pekerjaannya sebagai dosen karena diangkat sebagai kepala laboratorium perusahaan kimia. Di sana ia bekerja mempersiapkan pembuatan karet sintetik Buna. Pada tahun 1940, Alder ditunjuk sebagai direktur bidang kimia teknologi dan eksperimental di Universitas Cologne.
Sepanjang hidupnya, Kurt Alder melakukan berbagai penelitian di bidang kimia yang hasilnya dituliskan dalam makalah-makalah ilmiah yang jumlahnya sekitar 150 buah. Kurt Alder banyak meraih penghargaan, di antaranya the Emil Fischer Memorial Medal dari Asosiasi Kimiawan Jerman dan pada tahun 1950, ia berhasil meraih hadiah Nobel bidang kimia.
Ayatullah Sayid Morteza Firouzabadi Shirazi Wafat
26 tahun yang lalu, tanggal 20 Tir 1369 Hs, Ayatullah Firouzabadi meninggal dunia di usia 81 tahun.
Ayatullah Sayid Morteza Hosseini Firouzabadi lahir di kota Najaf, Irak dari keluarga ulama pada 1289 Hs. Setelah menyelesaikan pendidikan agama tingkat pertama dan menengah dari guru-guru besar seperti Sayid Abolhassan Isfahani dan Gharawi Isfahani. Sementara kepribadian irfaninya terbentuk berdasarkan bimbingan gurunya Haj Sayid Ali Qadhi.
Selain belajar, beliau juga aktif menulis dan mengajar. Beliau berusaha keras dan mengalami pelbagai kesulitan saat menyediakan referensi bukunya "Fadhail al-Khamsah". Selain itu, ulama rabbani ini banyak meninggal karya tulis lainnya seperti al-Sab'ah min al-Salaf, Inayah al-Ushul, dan al-Furu' al-Muhimmah fi Ahkam al-Ummah.