Lintasan Sejarah 4 Agustus 1395
Hari ini, Kamis tanggal 4 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 1 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 14 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Sayidah Maksumah as Lahir
1264 tahun yang lalu, tanggal 1 Dzulqadah tahun 173 Hijriah, Sayidah Fathimah Maksumah, putri mulia Imam Musa bin Jakfar as, terlahir ke dunia.
Imam Musa bin Jakfar adalah keturunan Rasulullah generasi ke-6 dan menjadi imam dan pemimpin ke-7 umat Islam. Sepeninggal beliau, tampuk imamah diserahkan kepada putra beliau, yaitu Imam Musa ar-Rida as. Namun, sebagaimana yang dialami oleh para Imam Makshum lainnya, Imam Ridha akhirnya dipenjara dan dibunuh oleh khalifah yang berkuasa saat itu.
Semasa Imam Ridha diasingkan di Khurasan, Iran oleh Khalifah Makmun dari Dinasti Abbasiah, Sayidah Maksumah yang merupakan saudara perempuan Imam Ridha, memutuskan untuk melakukan perjalanan dari Madinah ke Khorasan untuk menemui Imam Ridha.
Ketika Sayidah Maksumah dan rombongannya baru sampai di kota Qom, Iran, putri yang suci dan mulia itu jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Beliau dikuburkan di kota Qom dan makamnya hingga kini menjadi pusat peziarahan yang ramai dikunjungi para pecinta Ahlul Bait dari berbagai penjuru dunia. Kota Qom pun kemudian berkembang menjadi pusat pengajaran ilmu-ilmu Ahlul Bait dan menjadi basis perjuangan rakyat Iran dalam era Revolusi Islam Iran.
Nicolas-Jacque Conte Lahir
261 tahun yang lalu, tanggal 4 Agustus 1755, Nicolas-Jacque Conte, pencipta pensil modern, terlahir ke dunia.
Sejarah pembuatan pensil berawal pada tahun 1560-an, dengan ditemukannya grafit, bahan pembuat pensil, di Inggris. Dengan cepat, grafit digunakan sebagai alat untuk menulis, meskipun masih dalam bentuk yang primitif. Akhirnya pada tahun 1565, dibuatlah pensil pertama dengan cara memasukkan grafit ke dalam sepotong kayu.
Perkembangan dalam pembuatan pensil diteruskan oleh para pengrajin Eropa sampai akhirnya Nicolas-Jacque Conte berhasil menciptakan pensil dalam bentuk modern seperti yang sekarang ini digunakan oleh masyarkat dunia.
Bysshe Terlahir ke dunia
224 tahun yang lalu, tanggal l4 Augustus 1792 Masehi, Bysshe Percy Shelley, penyair Inggris terlahir ke dunia.
Sejak kecil, Shelley sudah menunjukkan bakat yang luar biasa dan ketertarikan yang besar kepada sastera. Dia dikenal sebagai penyair yang memiliki kecenderungan kepada tema-tema cinta, persahabatan dan kebebasan. Karena itulah ia lantas tertarik kepada revolusi Prancis yang belum lama terjadi di zaman itu.
Shelley pernah mengalami pengasingan. Tahun 1822, saat berusia 30 tahun, ia tenggelam saat berperahu di Laut Mediterania dan meninggal dunia. Bysshe Percy Shelley meninggalkan sejumlah karya diantaranya, Revolution & Romanticism.
Mozaffaruddin Shah Mengeluarkan Perintah Konstitusi
110 tahun yang lalu, tanggal 14 Mordad 1285 Hs, Mozaffaruddin Shah mengeluarkan perintah Konstitusi dan mendirikan Majelis Dewan Nasional.
Ketika Mozaffaruddin Shah naik tahta, kerajaan begitu korup, kemiskinan dan ketidakadilan terlihat di mana-mana. Pada awalnya, kunci gerakan Revolusi Konsitusi bermula dari penghinaan terhadap ulama. Di sisi lain, penghinaan yang dilakukan oleh pegawai Bank Rusia terhadap kuburan umum dan jasad orang-orang yang sudah meninggal, rakyat menyerang bangunan Bank Rusia yang tengah dibangun dan merusaknya. Sementara perang antara Rusia dan Jepang menyebabkan harga gula batu membumbung tinggi. Dengan alasan ini, pemerintah menghukum mati dua orang pedagang penting di pasar Tehran. Akhirnya pasar diliburkan, rakyat dan ulama berkumpul. Masjid menjadi markas penting terbentuknya Revolusi Konstitusi.
Setelah terjadi pelbagai peristiwa, dimulailah gerakan rakyat yang mendapat petunjuk dari para ulama. Rakyat tetap melanjutkan upayanya. Salah satu tuntutan rakyat waktu itu adalah dibentuknya lembaga peradilan. Aksi mogok rakyat dan ulama di komplek makam suci Hazrat Abdul Azhim di kota Rey dan hijrahnya ulama ke Qom membuat rezim Shah perlahan-lahan mundur dari sikapnya sebelumnya.
Kebangkitan rakyat juga meluas hingga di Shiraz, Tabriz dan Isfahan. Hal ini membuat Mozaffaruddin Shah menjadi ketakutan. Akhirnya pada 14 Mordad 1285 Hs (14 Jumadil Akhir 1324 Hq) ia mengeluarkan perintah Konstitusi dan mendirikan Majelis Dewan Nasional yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional. Pemberian syarat kepada ulama, yang telah meninggalkan Iran berakhir dengan sambutan luas rakyat.
Sekalipun demikian, sejumlah orang, yang baik sadar maupun tidak, berlindung ke Kedutaan Besar Inggris meminta berlanjutnya imperialisme Barat di Iran. Mereka menuntut agar sistem Konstitusi yang akan dijalankan di Iran harus memakai undang-undang dan nilai-nilai Barat. Mereka tidak bersedia menjadikan Revolusi Konstitusi memakai tolok ukur hukum Islam dan ajaran Rasulullah Saw.
Bagaimanapun perjuangan rakyat Iran dan ulama di periode selanjutnya berhasil menciptakan sistem Konstitusi dan pendirian Majelis Dewan Nasional. Perjuangan ini berakhir mengakhiri monarki absolut dan kekuasaan despotik. Majelis pertama dibuka pada 18 Syaban 1324 Hq di istana Golestan yang turut dihadiri oleh Shah dan di akhir hayat Mozaffaruddin Shah, tepatnya 14 Dzulqadah 1324 Hq, UUD Iran dengan 51 pasal ditandatangani oleh Shah.