Aug 05, 2016 15:01 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 5 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 2 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 15 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Ibnu Khuzaimah Wafat

 

1126 tahun yang lalu, tanggal 2 Dzulqadah 311 Hq, Ibnu Khuzaimah, seorang ahli hadis dan fakih termasyhur abad ke-4 Hijriah meninggal dunia.

 

Ibnu Khuzaimah terlahir ke dunia pada tahun 223 Hijriah, dan mulai menimba berbagai disiplin ilmu agama sejak masa mudanya dengan berkelana dari satu negeri ke negeri lain. Jerih payah dan kehebatannya kemudian terabadikan dalam karya-karya tulisnya dalam jumlah besar, satu diantaranya buku Attauhid wa Itsbat  as-Sifaat ar-Rab.

 

Sebuah buku yang mengupas akidah Islam. Dalam kitab ini pula, Ibnu Khuzaimah memberikan penjelasan secara rinci keyakinan-keyakinannya tentang keesaan dan sifat-sifat Tuhan berdasarkan ayat-ayat al-Quran serta  hadits dan riwayat-riwayat dari Ahlul Bait Rasul Saw.

 

Guy de Maupassant Lahir

 

166 tahun yang lalu, tanggal 5 Agustus tahun 1850, Guy de Maupassant, salah seorang penulis cerpen terbaik Perancis, terlahir ke dunia.

 

Maupassant menuntut ilmu di bidang hukum, namun kemudian studinya terhenti karena ia bergabung dengan tentara dalam Perang Perancis-Prussia. Seusai perang, Maupassant tinggal di Paris dan di sanalah ia mulai menggeluti dunia tulis-menulis. Dalam jangka waktu 10 tahun, Maupassant memproduksi 300 cerita pendek, enam novel, dan beberapa buku non-fiksi.

 

Dalam karya-karyanya, Maupassant banyak menuangkan pengalamannya saat perang, kisah-kisah dalam militer dan birokrasi, serta ketidakadilan sosial. Tulisan-tulisan Guy de Maupassant umumnya bergaya naturalis. Karya-karyanya yang terkenal berjudul A Life dan The Rondoli Sisters. Pada usia 40-an, Maupassant terserang penyakit jiwa dan akhirnya meninggal dunia tahun 1893.

 

Burkina Faso mencapai kemerdekaan

 

56 tahun yang lalu, tanggal 5 Augustus 1960 Burkina Faso mengumumkan kemerdekaannya.

 

Di penghujung abad 19 Masehi, Burkina Faso jatuh ke tangan Prancis. Negara ini dulu bernama Volta Hulu. Secara geografis, Burkina Faso berada di Afrika Barat yang terkurung daratan. Negara ini berbatasan dengan Mali di sebelah utara; Togo dan Ghana di selatan; Niger di timur, Benin di tenggara; dan Pantai Gading di barat daya.

 

Tanggal 11 Desember 1958, negeri ini menjadi republik dan bergabung dengan Masyarakat Prancis-Afrika dan mendapatkan kemerdekaan pada tanggal 5 Augustus 1960. Dengan kemerdekaan itu, Burkina Faso bergabung dengan Perserikatan Bangsa-bangsa.

 

Pada 4 Augustus 1984 Presiden Thomas Sankara mengganti nama negara ini dari Volta Hulu menjadi ‘Burkina Faso' yang dalam bahasa Dioula dan More berarti "Negara Orang Jujur". Ibu kota Burkina Faso adalah Ouagandougou (lafaz: Wagadugu), dan warga setempat menyebutnya dengan nama "Waga".

 

Marsekal Muda Abbas Babai Syahid

 

29 tahun yang lalu, tanggal 15 Mordad 1366 Hs, Marsekal Muda Abbas Babai gugur syahid dalam Perang Delapan Tahun.

 

Marsekal Muda Abbas Babai lahir di kota Qazvin pada 1329 Hs dan di tahun 1348 ia memasuki Sekolah Tinggi Penerbangan Angkata Udara. Setelah menyelesaikan pendidikannya ia kemudian melanjutkannya di Amerika dan berhasil dilaluinya dengan memuaskan. Syahid Babai dengan komitmen dan profesionalismenya akhirnya diangkat menjadi komandan pangkalan udara kedelapan Isfahan. Ia lebih banyak mengikuti operasi-operasi udara dan memiliki 3 ribu jam terbang.

 

Syahid Babai dengan semangat mati syahid disertai keberanian dan pengorbanan semua ini ditunjukkan dalam Perang Delapan Tahun. Aksi-aksi heroiknya memberikan catatan baru bagi sejarah angkatan udara dan di dua tahun dari akhir hidupnya ia berhasiul melaksanakan lebih dari 60 tugas yang dibebankan kepadanya dengan penuh keberhasilan.

 

Pilot pemberani ini akhirnya pada 15 Mordad 1366 Hs yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha dalam sebuah operasi di luar negeri mereguk cawan syahadah. Ia dikebumikan di kota kelahirannya Qazvin. Ketika syahid ia berpangkat Komandan Operasi Angkatan Udara Republik Islam Iran.

 

Allamah Sayid Arif Husain Husaini Gugur Syahid

 

28 tahun yang lalu, tanggal 5 Agustus 1988, Allamah Sayid Arif Husain Husaini, salah seorang ulama terkemuka dan pejuang Pakistan, gugur syahid akibat serangan teroris.

 

Arif Husaini dilahirkan dalam sebuah keluarga yang relijius dan beliau kemudian menuntut ilmu ke Irak. Di Irak, Arif Husaini sempat bertemu dengan Imam Khomeini yang tengah menjalani masa pengasingan dan ia banyak mengenal pemikiran-pemikiran revolusi Imam Khomeini.

 

Ketika Revolusi Islam di Iran mencapai puncaknya, Arif Husaini juga hadir di Iran dan bergabung bersama rakyat Iran untuk berjuang menggulingkan rezim Syah Pahlevi yang despotik. Akibatnya, Rezim Syah mengusir Arif Husaini kembali ke Pakistan. Di tanah airnya, Arif Husaini aktif dalam penyebaran ajaran Islam, teruatama dalam upaya menciptakan persatuan di antara berbagai mazhab di Pakistan. Namun, perjuangannya terhenti karena dibunuh oleh teroris yang menginginkan terjadinya perselisihan terus-menerus di tengah kaum Muslimin Pakistan.