Lintasan Sejarah 7 Agustus 2016
Hari ini, Ahad tanggal 7 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 4 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 17 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Mahlabi, Penulis Mesir Meninggal Dunia
781 tahun yang lalu, tanggal 4 Dzulqadah 656 Hq, Mahlabi, seorang penulis dan ilmuwan terkenal Mesir meninggal dunia pada usia 57 tahun.
Dia dikenal sebagai penulis prosa terkemuka di zamannya, sampai-sampai, Ibnu Khalikan, sejarawan termasyhur mencatat tentang Mahlabi sebagai berikut, "Saya bertemu dengannya dan saya menyaksikan segala hal yang sebelumnya saya dengar tentangnya."
Mahlabi juga meninggalkan buku kumpulan syair. Syair-syairnya bersifat sederhana dan penuh kelembutan. Syair-syairnya amat populer di tengah masyarakat sehingga berkali-kali dicetak ulang di Mesir dan Beirut.
Ayatullah Musawi Khui Meninggal Dunia
78 tahun yang lalu, tanggal 17 Mordad 1317 Hs, Ayatullah al-Udzma Sayid Abul Qasim Musawi Khui, seorang ahli fiqih besar dan marji taklid kaum muslimin dunia, meninggal dunia pada usianya ke 96 tahun.
Sayid Khui dilahirkan di kota Khui di barat laut Iran. Pada usia muda, dia dikirim belajar ke Najaf Irak dan di sana beliau mempelajari ilmu-ilmu agama dan filsafat. Pada usia yang masih muda, beliau sudah mencapai derajat mujtahid. Beliau meninggalkan banyak karya tulis yang menjadi rujukan para ulama dan sekolah-sekolah Islam, di antaranya "al-Bayan fi Tafsiiril Quran", "Jawaahirul Ushul", "Mishbahul Faqahah", dan "Muntakhabul Rasail".
Ayatullah Khui selama periode marjaiyatnya, memiliki peran khusus dalam berbagai masalah penting dunia. Misalnya, dalam masalah Palestina, beliau mengeluarkan fatwa untuk membela Palestina dan membebaskan kota Quds.
Rabindranath Tagore Meninggal
75 tahun yang lalu, tanggal 7 Agustus tahun 1941, Rabindranath Tagore, penulis, penyair, dan filsuf India, meninggal dunia.
Rabindranath Tagore dilahirkan pada tahun 1861 dan pada usia 17 tahun, ia dikirim ke Inggris untuk menuntut ilmu, namun tidak diselesaikannya. Tagore kemudian aktif dalam perjuangan kemerdekaan India dan melalui syair-syairnya, ia membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa India. Tagore adalah teman seperjuangan Mahatma Gandhi.
Pada tahun 1915, Tagore diberi gelar kebangsawanan oleh pemerintahan Inggris namun beberapa tahun kemudian Tagore mengembalikan penghargaan itu sebagai protesnya terhadap kebijakan Inggris di India. Karya-karya Tagore banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sehingga ia pun menjadi terkenal di dunia sastra Barat.
Syair-syair Tagore dianggap menyuarakan warisan spiritual India. Karya-karya Rabindranath Tagore antara lain berjudul Manasi, Sonar Tari dan Gitanjali.
Akhir Perjalanan Kon-Tiki
69 tahun yang lalu, tanggal 7 Agustus 1947, Kon-Tiki ialah rakit kayu yang terbuat dari pohon balsa, yang digunakan seorang antropolog asal Norwegia, Thor Heyerdahl, bersama timnya untuk menamatkan perjalanan sejauh 7.000 kilometer selama 101 hari.
Perjalanan itu bermula dari Peru menuju Raroia di Kepulauan Tuamoto, dekat Tahiti. Heyerdahl ingin membuktikan teorinya bahwa orang Amerika Selatan pada masa prasejarah dapat membuat koloni di pulau-pulau Polinesia dengan hanya mengapung di permukaan laut untuk mencapainya.
Heyerdahl dan lima krunya berangkat dari Callao, Peru, dengan memakai Kon-Tiki berukuran 3,72 meter persegi pada 28 April 1947. Selama pengarungan itu, mereka telah menemui berbagai kendala seperti badai dan ancaman hiu serta paus.
Meski Heyerdahl membuktikan perjalanan itu dapat dilakukan, para antropolog dan sejarawan tetap mendiskreditkan apa yang diperjuangkannya. Meskipun begitu, Heyerdahl tetap dielu-elukan warga Norwegia. Ia meninggal di usia 87 tahun pada 18 April 2002 di Italia. Rakit yang digunakannya dimasukkan ke Museum Kon-Tiki di Oslo, Norwegia.
Pantai Gading mencapai kemerdekaan
56 tahun yang lalu, tanggal 7 Augustus 1960, negara Afrika Pantai Gading (Ivory Coast) mencapai kemerdekaannya dari Perancis.
Pada abad ke 16, Portugal menduduki Pantai Gading. Pada tahun 1891 Perancis berhasil menguasai negara ini meski rakyat melakukan perlawanan sengit. Akhirnya pada tahun 1960, Pantai Gading bersama beberapa negara yang berada dalam penguasaan Perancis mencapai kemerdekaannya dan menjadi sebuah republik.
Pantai Gading mempunyai keluasan sebesar 332,463 km persedgi dan terletak di tepi pantai Samudera Atlantik serta bertetangga dengan Liberia, Guinea, Mali, Ghana dan Burkina Faso.