Aug 11, 2016 05:07 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 11 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 8 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 21 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Daru Quthni Meninggal Dunia

 

1052 tahun yang lalu, tanggal 8 Dzulqadah 385, Ali bin Umar Daru Quthni, seorang penulis yang ahli hadis dan fiqih muslim, meninggal dunia di kota Bagdad.

 

Setelah menempuh pendidikan dasarnya, Daru Quthni melakukan perjalanan ke Mesir dan Suriah untuk mencari ilmu.

 

Selain menguasai hadis dan fiqih, Daru Quthni juga mahir di bidang sastra dan syair. Di antara karya-karya yang ditinggalkan Daru Quthni adalah kitab kumpulan hadis Rasulullah, berjudul "Sunan Daru Quthni." Karyanya yang  lain berjudul "al-Mukhtalif wal Mu'talaf".

 

Mirza Reza Kermani Dihukum mati

 

119 tahun yang lalu, tanggal 21 Mordad 1276 Hs, Mirza Reza Kermani, salah seorang pejuang revolusi pada periode Dinasti Qajar di Iran, dihukum mati karena telah membunuh Shah Naseruddin, salah seorang raja dari dinasti Qajar.

 

Dalam aksi gerakan pemboikotan tembakau untuk melawan penjajahan Inggris, Mirza Reza dituduh mendalangi gerakan rakyat dan karena itu, dia dipenjarakan selama empat tahun. Setelah bebas dari penjara, dia pergi ke Istambul. Di sana, ia bertemu dengan Jamaluddin al-Afghani dan menjadi pengikutnya.

 

Pada tahun 1275 Hs, Mirza Reza kembali ke Teheran dan memutuskan untuk menyingkirkan Shah Naseruddin karena raja yang zalim, kejam, dan despotik ini telah menimbulkan penderitaan rakyat. Pada tanggal 13 Ordibehesht 1275 Hs, dia membunuh Shah Nasiruddin di kompleks makam Syekh Abdul Azhim di kota Rey, selatan Teheran. Mirza Reza lalu ditangkap polisi dan dijatuhi hukuman mati.

 

Integrasi  Eritrea Dengan Ethiopia

 

64 tahun yang lalu, tanggal 11 Agustus  tahun 1952, Haile Selassie, kaisar Ethiopia menandatangani resolusi PBB mengenai penggabungan wilayah Eritrea ke Ethiopia.

 

Wilayah muslim Eritrea sebelumnya dijajah oleh Italia dan pada Perang Dunia Kedua, menjadi jajahan Inggris. Pada bulan Desember tahun 1950, PBB mengesahkan  penggabungan Eritrea dengan status pemerintahan federal kepada Ethiopia. Rakyat Eritrea menolak kesepakatan tersebut karena tindakan pemerintah Ethiopia yang sewenang-wenang terhadap mereka.

 

Pada tahun 1960, kelompok Pembebasan Eritrea memulai perjuangan bersenjata mereka demi merebut kemerdekaan. Pada tahun 1993, perjuangan rakyat Eritrea mencapai hasilnya dengan diadakannya referendum yang membuktikan bahwa mayoritas rakyat Eritrea menyetujui pemisahan dari Ethiopia. Eritrea adalah negara yang terletak di timur laut Afrika di tepi laut merah dan memiliki posisi geografi yang penting.

 

Chad Merdeka

 

56 tahun yang lalu, Tanggal 11 Agustus  tahun 1960, rakyat Chad berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Chad.

 

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Perancis menyerang Chad dan dalam tiga tahun, mereka berhasil menguasai Chad dan kawasan ini menjadi jajahan Perancis.

 

Pada tahun 1958, Perancis memberi status otonomi kepada Chad dan dua tahun kemudian, Chad secara penuh merdeka dan memiliki pemerintahan berbentuk republik. Chad memiliki luas wialayah 1.284.000 kilometer persegi, terletak di bagian tengah Afrika, dan berbatasan dengan Lybia, Kamerun. Sudan, Afrika Tengah, Nigeria, dan Niger.

 

Ayatullah Ahmad, Cucu Sheikh Anshari Wafat

 

21 tahun yang lalu, tanggal 21 Mordad 1374 Hs, Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari meninggal dunia di usia 65 tahun dan dikebumikan di komplek makam suci Sayidah Maksumah di Qom.

 

Ayatullah Sheikh Ahmad, cucu Sheikh Murtadha Anshari, ulama besar abad 13 Hijriah lahir dari keluarga ulama pada 1309 Hs di Dezful. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar keagamaanya, di usia 19 tahun beliau pergi ke Qom, kembali lagi ke Dezful dan akhirnya pergi menuntut ilmu ke Najaf. Ayatullah Ahmad yang juga dipanggil Ayatullah Sibt as-Syeikh selama di Najaf belajar kepada guru-guru besar seperti Ayatullah Sayid Abu al-Qasim al-Khu'i, Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Mahmoud Shahroudi dan Sayid Abdul Hoda Shirazi.

 

Setelah belajar bertahun-tahun di Najaf, akhirnya Ayatullah Ahmad kembali ke Dezful. Di usianya yang ke 43 tahun, beliau memilih kota Qom untuk tempat tinggalnya dan mulai mengajar, menulis dan mendidik murid-murid berbakat. Tapi beliau tidak juga lupa ikut dalam kuliah-kuliah yang disampaikan Ayatullah Sayid Mohammad Reza Golpaigani. Beliau mendapat ijazah ijtihad dan meriwayatakan hadis dari Ayatullah Sayid Mahmoud Shahroudi, Sheikh Agha Bozourg Tehrani dan Sheikh Mohammad Saleh Mazandarani.

 

Beliau juga meninggalkan karya-karya tulis seperti Khulashah al-Qawanin, ad-Durar an-Najafiyah, Syarah Tahrir al-Wasilah dan Syarah Tabshirah al-Muta'allimin.