Lintasan Sejarah 12 Agustus 2016
Hari ini, Jumat tanggal 12 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 9 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Nasir Khusraw Qubadiani Lahir
1043 tahun yang lalu, tanggal 9 Dzulqadah tahun 394 Hq, Nasir Khusraw Qubadiani, seorang penyair dan penulis termasyhur Iran, terlahir ke dunia di kota Balkh, yang kini termasuk wilayah Afganistan.
Sejak kecil, Nasir Khusraw telah mempelajari berbagai ilmu yang berkembang di zamannya dan telah menghapal al-Quran. Selain mahir di bidang sastra Persia, Nasir Khusraw juga menguasai ilmu hitung, teknik sipil, astronomi, kedokteran, farmasi, dan teologi.
Kehidupan Nasir Khusraw penuh dengan lika-liku. Awalnya, ia bekerja sebagai sekretaris dalam pemerintahan Mahmoud dan Masoud Ghaznavi. Namun, setelah terjadi perubahan pemikiran dalam dirinya, Nasir Khusraw meninggalkan dunia politik dan melakukan penelitian di bidang agama.
Ia juga melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Hasil perjalanannya itu dicatatnya dalam buku "Safar Nameh". Dia juga banyak meninggalkan karya penulisan lain, di antaranya berjudul "Wajhud-Din" dan "Raushan-naiy Nameh".
George Stephenson meninggal dunia
168 tahun yang lalu, tanggal 12 Augustus 1848, George Stephenson warga Inggeris dan pembuat lokomotif meninggal dunia.
George Stephenson lahir pada tahun 1781. Dia amat berminat dengan urusan teknik dan menumpukan perhatian dengan mempelajari ilmu di bidang mekanik dan matematika. Akhirnya Stephenson berhasil membuat salah satu alat transportasi terpenting yaitu lokomotif.
Lokomotif buatannya bisa bergerak dengan kelajuan 20 kilometer per jam dan kapasitas 90 orang, tetapi dengan secara gradual kelajuan dan kapasitasnya semakin meningkat.
Frantes Liszt Lahir
130 tahun yang lalu, tanggal 12 Agustus tahun 1886, Frantes Liszt, seorang pencipta lagu dari Hongaria, meninggal dunia.
Frantes Liszt dilahirkan pada tahun 1811. Liszt memiliki kemampuan dan bakat istimewa dalam penciptaan lagu.
Di antara karya Liszt yang paling terkenal adalah "Simphony Faust" dan "Hongarian Rapshody". Di samping mencipta lagu, dia juga menciptakan lirik simfoni.
Konvensi Perlakuan Terhadap Korban dan Tawanan Perang disahkan
67 tahun yang lalu, tanggal 12 Agustus 1949, "Konvensi Perlakuan Terhadap Korban dan Tawanan Perang" disahkan oleh PBB di markasnya di Jenewa.
Konvensi ini disusun akibat perlakuan yang tidak manusiawi terhadap korban dan tawanan Perang Dunia Kedua. Di dalam konvensi tersebut ditetapkan bahwa semua negara tidak berhak membunuh atau menyiksa korban dan tawanan perang. Korban luka pun harus mendapatkan pengobatan. Selain itu, tawanan perang berhak mendapatkan fasilitas kesejahteraan minimal dan berkomunikasi dengan keluarganya.
Negara-negara yang memiliki tawanan perang juga diwajibkan untuk sesegera mungkin mengirimkan nama-nama tawanan mereka kepada Palang Merah Dunia dan memberikan kesempatan kepada para wakil Palang Merah untuk menjenguk tawanan tersebut. Namun, sebagian besar negara sama sekali tidak mematuhi konvensi ini.
Mohammad Reza Memecat Doktor Mosaddegh
63 tahun yang lalu, tanggal 22 Mordad 1332 Hs, Mohammad Reza, raja terakhir dari Dinasti Pahlevi di Iran, secara ilegal memecat Doktor Mosaddegh dari jabatan perdana menteri dan menggantikannya dengan Mayor Jenderal Zahedi.
Keputusan Reza Shah ini diambil atas desakan AS dan Inggris karena pemerintahan Mosaaddegh, dengan dukungan rakyat, telah menasionalisasi minyak Iran. Untuk menghindarkan diri dari dampak keputusannya itu, Reza Shah pergi ke utara Iran.
Setelah usaha penyingkiran Mosaddegh tersebut gagal, Shah kemudian melarikan diri ke Irak, lalu ke Italia. Namun, enam hari kemudian, AS dan Inggris mendalangi kudeta terhadap pemerintahan Mosaddegh. Setelah Mosaddegh tersingkir, Reza Shah kembali ke Iran untuk meneruskan pemerintahan despotiknya dengan dukungan AS dan Inggris yang berkeinginan menguras habis sumber-sumber minyak Iran.
Demo Akbar Anti Shah di Isfahan
38 tahun yang lalu, tanggal 22 Mordad 1357 Hs, menyusul gerakan demontrasi besar-besaran di seluruh penjuru Iran, warga kota Isfahan juga mengadakan demonstrasi menentang rezim Shah Pahlevi.
Gerakan perjuangan rakyat Isfahan untuk menggulingkan Syah sedemikian luasnya sehingga rezim Pahlevi merasa takut dan memberlakukan pemerintahan militer di sana.