Aug 14, 2016 08:31 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 14 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 11 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Ridha as Lahir

 

1299 tahun yang lalu, tanggal 11 Dzulqadah tahun 138 Hq, Imam Ali bin Musa Ar-Ridha as, Imam ke-delapan kaum Muslimin dan keturunan Rasulullah Sawgenerasi ke-7, terlahir ke dunia di kota Madinah.

 

Setelah wafatnya ayahanda Imam Ridha, yaitu Imam Musa Al-Kazhim as, Imam Ridha meneruskan tugas ayah beliau sebagai pemimpin dan pembimbing umat Islam. Khalifah Makmun dari Dinasti Abbasiah yang berkuasa saat itu, merasa khawatir atas pengaruh Imam Ridha di tengah umat Islam. Demi menarik simpati rakyat dan mencari legalitas atas kekuasaannya, Khalifah Makmun kemudian mengangkat Imam Ridha sebagai putra mahkota. Imam Ridha juga dipaksa untuk meninggalkan Madinah dan tinggal di Marv, di timur laut Iran dengan tujuan agar Khalifah Ma'kun dapat lebih mudah mengontrol segala perilaku Imam Ridha.

 

Namun, keinginan Makmun untuk menghilangkan pengaruh Imam Ridha atas umat Islam tidak tercapai. Ketinggian iman, ilmu, dan akhlak Imam Ridha telah menimbulkan pengaruh besar di kalangan rakyat Khurasan dan masyarakat menjadi sadar akan hakikat Ahlul Bait Rasulullah. Untuk menghancurkan popularitas Imam Ridha di tengah masyarakat, Makmun bahkan mengundang pemuka berbagai agama untuk berdebat dengan Imam Ridha. Namun, ketinggian ilmu Imam Ridha malah membuat para pemuka agama itu mengakui kebenaran Imam Ridha. Akhirnya, Makmun mengambil keputusan untuk membunuh Imam Ridha dengan cara meracuni beliau pada tahun 203 Hijriah.

 

Salah satu hadis dari Imam Ridha as adalah sebagai berikut, "Orang yang akan dekat denganku di Hari Kiamat adalah orang yang selama di dunia berakhlak lebih baik dan bersikap lebih dermawan terhadap keluarganya."

 

Leonardo Da Vinci Lahir

 

564 tahun yang lalu, tanggal 14 Agustus tahun 1452, Leonardo Da Vinci, pelukis dan pematung Italia, terlahir ke dunia.

 

Sejak masa kecilnya, Da Vinci sudah memperlihatkan kemampuan yang besar di bidang melukis dan dengan cepat ia mencapai kemahiran yang sempurna di bidang ini. Pada tahun 1506, dia ditunjuk sebagai pelukis Raja Louis ke-12 dan kemudian menjadi pelukis Raja Francis Pertama.

 

Selain melukis dan membuat patung, Da Vinci juga mendalami bidang fisika dan matematika. Bangunan gereja Milan merupakan karya arsitektur paling termasyhur dari Da Vinci. Karya lukisnya yang paling terkenal adalah "Senyum Monalisa" dan "Makan Malam Terakhir." Da Vinci meninggal pada tahun 1519.

 

Michael Farada Ciptakan Bensin

 

191 tahun yang lalu, tanggal 14 Agustus tahun 1825, Michael Faraday, ahli fisika dan kimia Inggris, setelah melakukan penelitian yang panjang, berhasil menemukan bensin.

 

Bensin merupakan bahan turunan dari minyak. Hingga kini, bensin digunakan sebagai bahan bakar di bidang transportasi dan industri.

 

Allamah Mirza Naini Wafat

 

80 tahun yang lalu, tanggal 24 Mordad 1315 Hs, Allamah Mirza Naini meninggal dunia di usia 80 tahun dan dikuburkan di komplek makam suci Imam Ali as.

 

Haj Mirza Muhammad Husein Naini Najafi yang lebih dikenal dengan sebutan Mirza Naini, seorang faqih, marji taklid dan sastrawan lahir di kota Nain, Iran pada 1239 Hs. Di Isfahan beliau belajar ilmu-ilmu agama kepada Mirza Mohammad Baqir Najafi, Hakim Jangair Khan Qashqai dan Abul Maali Kalbasi. Setelah itu beliau pergi ke Irak. Di Samarra beliau belajar kepada Mirza Bozourg Shirazi dan Sayid Mohammad Fesharaki. Dari Samarra beliau pindah ke Karbala dan belajar kepada Sayid Ismail Sadr dan pindah lagi ke Najaf. Di kota ini, selama bertahun-tahun  beliau belajar kepada Akhond Khorasani.

 

Mirza Naini akhirnya menjadi guru besar di hauzah ilmiah Najaf. Mereka yang mengikuti kuliahnya seperti Ayatullah Sayid Muhsin al-Hakim, Sayid Mahmoud Huseini Shahroudi, Sayid Jamaluddin Golpaigani, Sayid Mohammad Hojjat Kouh Kamareh-i, Sayid Mohammad Hadi Milani, Sheikh Mohammat Taqi Amoli, Sayid Abul Qasim Khu'i, Allamah Thaba'thabai, Mirza Hashem Amoli dan puluhan ulama besar lainnya.

 

Di masa Mirza Naini, terjadi revolusi rakyat dengan dipimpin ulama di Iran untuk mencegah meluasnya penindasan dan upaya meraih kemandirian yang dikenal dengan Revolusi Konstitusi. Sekaitan dengan hal ini, Mirza Naini bersama Akhond Khorasani memainkan peran penting dalam revolusi ini. Di tengah-tengah revolusi ini, Mirza Naini menulis karya monumentalnya Tanbih al-Ummah yang membahas berbagai bentuk pemerintahan despotik dan kewajiban para ulama dalam menghadapi pemerintahan seperti ini. Buku ini meningkatkan perasaan anti-despotisme di tengah rakyat Iran dan amat berperan dalam menggalang Revolusi Konstitusional Iran pada periode Dinasti Qajar.

 

Ketika Inggris menjajah Irak, Mirza Naini mengharamkan rakyat memilih pemimpin kafir di negara Irak yang menyebabkan rakyat bangkit melawan penjajah. Melihat kondisi semacam ini, penjajah Irak mempersiapkan rencana untuk mengasingkan para marji Syiah seperti Mirza Naini dan Sayid Abolhossein Isfahani dan beberapa orang lainnya ke Iran. Namun tekanan rakyat dan ulama membuat pemerintah Irak mengurungkan niatnya dan raja Irak waktu itu meminta maaf dan mengembalikan ulama yang diasingkan itu ke Irak secara terhormat.