Aug 15, 2016 05:40 Asia/Jakarta

Hari ini, Senin tanggal 15 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 12 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 25 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Tentara India Mulai Melawan Koloni Inggris

 

159 tahun yang lalu, tanggal 15 Agustus tahun 1857, dimulailah sebuah perlawanan menghadapi penjajahan Inggris yang dimulai oleh tentara  India.

 

Para tentara India yang berada di bawah komando Inggris ini dengan segera berhasil menguasai Delhi, ibu kota India, dan  mengalahkan tentara Inggris.  Rakyat kemudian bergabung dengan tentara India dan beberapa kota yang berada di bawah pendudukan Inggris berhasil dibebaskan.

 

Namun, kemudian terjadi pertentangan pendapat mengenai kepemimpinan dan hal-hal lainnya di antara para pejuang India tersebut. Hal ini membuka jalan bagi Inggris untuk melakukan serangan balasan dan membunuh massal rakyat sipil. Satu tahun setelah perlawanan besar rakyat  India ini, Inggris secara resmi menjadikan India sebagai koloni sehingga dengan mudah bisa melakukan represi terhadap rakyat dan menguras kekayaan India.

 

Adib Neishaburi Meninggal

 

93 tahun yang lalu, tanggal 12 Dzulqadah tahun 1344 Hq, Adib Naishaburi, seorang penyair terkemuka Iran, meninggal dunia. Dia dilahirkan pada tahun 1281 Hijriah di Neishabur, sebuah kota di timur laut Iran. Sejak kecil, karena terserang penyakit cacar, dia kehilangan kemampuan pengelihatan salah satu matanya.

 

Meskipun demikian, Adib Neishaburi tetap bersemangat menuntut ilmu hingga akhirnya menguasai sastra Arab dan ilmu-ilmu yang berkembang di zamannya. Adib Naishaburi kemudian mengajar dan mulai menyusun syair.

 

Syair-syair Neishaburi memiliki kekhasan dalam pemilihan kata-kata yang bermakna dalam. Buku kumpulan syair Naishaburi terdiri 2000 bait syair yang sangat elegan dalam bahasa Arab dan Persia.

 

Korea Selatan Terbentuk

 

68 tahun yang lalu, tanggal 15 Agustus tahun 1948, negara Korea Selatan terbentuk.

 

Semenanjung Korea pada pertengahan awal abad ke-20 diduduki oleh negara-negara kuat dunia.

 

Pada tahun 1905, semenanjung Korea diduduki oleh Jepang. Namun, dengan kalahnya Jepang dalam Perang Dunia Pertama, Soviet menduduki bagian utara semenanjung Korea dan Amerika menduduki bagian selatannya. Pengaruh Soviet akhirnya menyebabkan terbentuknya pemerintahan komunis di Korut dan pengaruh AS menyebabkan berdirinya Republik Korsel yang berorientasi Barat.

 

Korsel terletak di tepi Samudera Teduh, berbatasan dengan Korea Utara, dan memiliki luas wilayah 98 ribu kilometer persegi.

 

Kongo Merdeka

 

56 tahun yang lalu, tanggal 15 Agustus tahun  1960,  negara Kongo, yang terkenal dengan nama Kongo Brazzaville, berhasil meraih kemerdekaannya dari Perancis.

 

Di masa lalu, Kongo dan Angola termasuk bagian dari wilayah Republik Demokratik Kongo  yang sebelumnya bernama Zaire. Wilayah ini ditemukan oleh Portugis pada abad ke-15 namun kemudian dijajah dalam waktu yang sangat lama oleh Perancis.

 

Kongo memiliki luas wilayah 342 ribu kilometer persegi, terletak di sebelah barat benua Afrika dan di tepi Laut Atlantik, serta berbatasan dengan Afrika Tengah, Kamerun, Gabon, Republik Demokratik Kongo, dan Angola.

 

Sayid Ali Khameni Terpilih Kembali Sebagai Presiden

 

31 tahun yang lalu, tanggal 25 Mordad 1364 Hs, Sayid Ali Khamenei terpilih kembali sebagai Presiden Republik Islam Iran.

 

Pasca meninggalnya Syahid Rajai dan Syahid Bahonar pada tanggal 8 Shahrivar 1360 Hs, atas dasar usulan sejumlah anggota pusat partai Jomhouri Eslami dan setelah mendapat izin Imam Khomeini ra, Ayatullah Khamenei menjadi kandidat presiden dari kalangan ulama dan lembaga-lembaga revolusi. Beliau terpilih dengan suara mayoritas dan menjadi presiden ketiga Iran.

 

Pada 25 Mordad 1364 Hs untuk kedua kalinya atas perintah Imam beliau kembali menjadi kandidat presiden dan terpilih dengan suara mayoritas. Ayatullah Khamenei selama masa pemerintahannya melakukan pelbagai lawatan ke negara-negara seperti Suriah, Libya, Pakistan, India, Cina, Aljazair, Zimbabwe, Rumania, Korea Utara dan Amerika. Di Amerika beliau menyampaikan pidato bersejarah di sidang Majelis Umum PBB.

 

Akhirnya, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di tahun terakhir masa kepresidenannya dan pasca wafatnya Imam Khomeini ra, beliau dipilih oleh Dewan Ahli Kepemimpinan sebagai Pemimpin Besar Revolusi Iran hingga sekarang beliau bertanggung jawab menuntun masyarakat Islam.