Lintasan Sejarah 16 Agustus 2016
Hari ini, Selasa tanggal 16 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 13 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 26 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.
Ibnu Jauzi Lahir
929 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulqadah tahun 508 hijriah, Ibnu Jauzi, seorang ahli fiqih dan al-Quran abad ke-6 Hijriah, terlahir ke dunia di kota Baghdad.
Ibnu Jauzi banyak melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk menuntut ilmu, sampai akhirnya ia dikenal sebagai ilmuwan besar pada zamannya.
Ibnu Jauzi terhitung banyak menulis buku di bidang agama, di antaranya berjudul "al-Muntazham" dan "Mawa'idzul Muluk". Ia meninggal tahun 597 hijriah.
Anwari Meninggal
854 tahun yang lalu, tanggal 13 Dzulqadah tahun 583 Hq, Muhammad bin Muhammad Anwari Abiwardi, seorang penyair dan cendikiawan termasyhur Iran abad ke-6, meninggal dunia.
Anwari menghabiskan masa mudanya dengan menimba ilmu di berbagai bidang, seperti sastra, filsafat, dan matematika. Setelah itu, ia mulai menyusun syair.
Anwari melalui syair-syairnya dikenal mampu menjelaskan masalah yang rumit dalam bahasa yang sederhana dan lancar. Kumpulan syairnya yang berjudul "Anwari" hingga kini masih beredar di Iran dan berkali-kali dicetak ulang.
Soekarno dan Hatta Diculik
71 tahun yang lalu, tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke sebuah desa di sebelah utara Karawang yang bernama Rengasdengklok, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi pada pukul 04.30 WIB. Pada waktu itu, Soekarno dan Hatta, tokoh-tokoh tua yang menginginkan agar proklamasi dilakukan melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dibawa ke Rengasdengklok oleh golongan muda (Chairul Saleh dkk) yang menginginkan agar proklamasi dilakukan secepatnya tanpa melalui PPKI yang dianggap sebagai badan buatan Jepang.
Pada tengah malam, mereka kemudian berangkat ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Yamamoto, dan malam harinya berkumpul di kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi. Keesokan harinya, tepatnya pada 17 Agustus 1945, pernyataan proklamasi dikumandangkan.
Cyprus Merdeka
56 tahun yang lalu, tanggal 16 Agustus tahun 1960, kepulauan Cyprus setelah bertahun-tahun dilanda kerusuhan, akhirnya mencapai kemerdekaannya.
Sampai tahun 1878, Cyprus dikuasai oleh imperium Utsmani dan pada tahun itu pula, dalam kongres Berlin, imperium Ottoman menyerahkan Cyprus kepada Inggris. Pada tahun 1925, Cyprus resmi menjadi koloni Inggris. Sejak saat itu, orang-orang Yunani di Cyprus yang merupakan 75 persen dari populasi kepulauan ini, menuntut agar Cyprus bergabung dengan Yunani. Akibatnya, situasi politik di Cyprus menjadi kacau dan akhirnya terbentuklah dewan legislatif di sana.
Di pihak lain, pernyataan Turki yang akan melindungi hak-hak orang Turki di kepulauan itu, semakin memanaskan situasi. Akhirnya, masalah Cyprus oleh uskup Makarius dibawa ke PBB dan negara ini kemudian meraih kemerdekaannya pada tahun 1960. Pemerintahan Cyprus berbentuk republik dan uskup Makarius menjadi presiden pertama negara ini.
Namun, kemerdekaan ini ternyata tidak membawa ketenangan di negeri ini. Pada tahun 1974, Turki menyerang Cyprus dan menduduki wilayah utara negara ini. Kini, secara praktis, Cyprus terbagi dua bagian, yaitu daerah pendudukan Turki di utara dan daerah pendudukan Yunani di Selatan.
Cyprus terletak di tepi Laut Mediterania, di sebelah selatan Turki dan memiliki luas wilayah 9251 kilometer persegi.
Tawanan Iran di Penjara Irak Mulai Kembali ke Tanah Air
26 tahun yang lalu, tanggal 26 Mordad 1369 Hs, Republik Islam Iran menyaksikan kembalinya para tawanan Iran yang dibebaskan setelah bertahun-tahun mendekam di penjara-penjara menakutkan rezim Baath, Irak.
Sekaitan dengan kepulangan mereka, lembaga yang mengurusi mereka (Setad Residegi be Umur Azadegan), yang dibentuk pada 22 Mordad 1369, membebaskan juga tawanan Irak. Dengan bantuan lembaga-lembaga lain, lembaga yang mengurusi pembebasan tawanan Iran berhasil melakukan tukar menukar tawanan sebanyak 40 ribu tawanan, masing-masing dari Iran dan Irak.
Para tawanan Iran dengan keimanan yang teguh berhasil menghadapi segala tekanan dan siksaan badan selama di penjara. Mereka mampu membangun hubungan sosial, sekalipun ruang lingkupnya kecil di penampungan. Mereka menunjukkan kesabarannya dan ridha dengan takdir ilahi. Mereka disebut orang-orang bebas, karena berhasil membebaskan dirinya dari ikatan hawa nafsu.