Aug 21, 2016 05:25 Asia/Jakarta

Hari ini, Ahad tanggal 21 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 18 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 31 Mordad 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Umar Khayam Neishaburi Lahir

 

998 tahun yang lalu, tanggal 18 Dzulqadah 439 Hijriah, Umar Khayam Naishaburi, seorang matematikawan, astronom, filsuf, dan penyair besar Iran, terlahir ke dunia di kota Neishabur, timur laut Iran.

 

Meskipun ketinggian ilmu Khayam jauh melampui kemampuannya di bidang sastra, namun Umar Khayam lebih terkenal di dunia sebagai seorang penyair. Syair-syairnya yang berstruktur rubaiyyat dan mengandung keindahan serta makna yang dalam telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dunia.

 

Selain menghasilkan karya syair, Umar Khayam juga melakukan perbaikan terhadap kalender Persia. Kalender hasil susunan Umar Khayam dikenal dengan nama “Taqwim-e Jalali”. Karya Umar Khayam yang lain adalah buku “Nuruz-nameh” dan  “Tarikh-e Adab-e Jasn-e Nuruz”, dan “Jabar wa Muqabalah” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Perancis pada tahun 1851.

 

Perang Iran Vs Ottoman

 

502 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus tahun 1514, terjadi perang Chaldoran yang merupakan perang terbesar dalam sejarah Iran dan Imperium Ottoman.

 

Perang ini terjadi di sebuah padang pasir bernama Chaldoran yang terletak di antara kota Tabriz dan Khui di barat laut Iran.

 

Perang ini terjadi antara tentara Shah Ismail Safawi dan kekuatan Sultan Salim Utsmani. Pasukan Utsmani yang memiliki persenjataan lebih kuat, berhasil menang dalam pertempuran itu.

 

Reynold Nicholson Meninggal Dunia

 

71 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus tahun 1945, Reynold Nicholson, ilmuwan dan orientalis Inggris, meninggal dunia.

 

Reynold Nicholson lahir pada tahun 1868. Nicholson bekerja sebagai dosen bahasa di Universitas Cambridge London. Dia melakukan penelaahan yang mendalam mengenai sastra Iran dan menganggap dirinya sebagai murid Jalaluddin Rumi, penyair sufi terkenal Iran.

 

Nicholson melakukan penelitian selama 25 tahun mengenai Rumi dan merupakan penerjemah pertama karya Rumi ke dalam bahasa Inggris. Penyuntingan atas buku "Tadzkiratul Awliya", karya Attar Neishabouri dan penulisan buku "Sejarah Sastra Arab", adalah di antara karya-karyanya yang terkenal.

 

Traktat Pertahanan Santo Didirikan

 

57 tahun yang lalu, tanggal 21 Agustus tahun 1959, sebuah traktat pertahanan yang dinamakan Santo beranggotakan Iran, Turki, Pakistan, dan Inggris didirikan di Ankara, untuk menggantikan Pakta Baghdad.

 

Meskipun Amerika secara resmi bukan anggota organisasi itu, dan hanya berstatus sebagai peninjau dalam sidang-sidang Santo, namun secara prakteknya, Washington melakukan campur tangan dalam keseluruhan keputusan-keputusan  organisasi ini.

 

Kenyataannya, Santo di Timur dan NATO di Barat, saling berkaitan satu sama lain dalam rangka menandingi Uni Sovyet. Setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, negara ini keluar dari pakta Santo, pada tahun 1979, dan organsiasi ini secara praktis bubar.

 

Pesan Imam Khomeini Menyusul Pembakaran Bioskop Rex

 

39 tahun yang lalu, tanggal 31 Mordad 1356 Hs, Imam Khomeini ra mengirimkan pesan terkait pembakaran bioskop Rex oleh anasir Shah Pahlevi.

 

Pasca terjadinya kejahatan biadab pembakaran bioskop Rex, Abadan oleh anasir Shah Pahlevi, Imam Khomeini ra dalam sebuah pesan dari Najaf, Irak kepada rakyat Abadan beliau mengingatkan bahaya yang sama di kota-kota lain yang akan dilakukan oleh rezim Pahlevi. Untuk itu Imam meminta kepada para orator dan siapa saja untuk memberikan pencerahan dan informasi kepada rakyat Iran.

 

Di bagian dari pesan penting Imam Khomeini ra yang dikeluarkan pada 31 Mordad 1356 Hs terkait kejahatan bioskop Rex disebutkan:

 

"Saya tidak percaya ada seorang muslim atau manusia yang akan melakukan kebiadaban seperti ini, kecuali orang-orang yang biasa melakukan kejahatan yang sama. Pernyataan Shah yang menyebutkan para demonstran yang menentang saya akan merasakan "ketakutan besar" dan mengulangi pernyataannya setelah peristiwa bioskop Rex, yang merupakan janji sebelumnya, adalah bukti konspirasi. Musibah besar ini bagi Shah sebuah pekerjaan besar untuk melakukan propaganda di dalam dan luar negeri dan memberikan tanda dan perintah kepada media-media di dalam dan luar negeri untuk menipu masyarakat dengan menyebutkan kejahatan ini dilakukan oleh rakyat tertindas Iran. Dengan demikian mereka ingin memperkenalkan kepada negara-negara internasional bahwa rakyat Iran yang menuntut hak dan kebenaran merupakan masyarakat yang tidak mengenal kemanusiaan dan  Islam."

 

Rezim Pahlevi pada 28 Mordad 1357 Hs membakar bioskop Rex di Abadan yang mengakibatkan 377 orang meninggal dunia.