Aug 24, 2016 14:21 Asia/Jakarta

Hari ini, Rabu tanggal 24 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 21 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 3 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Wafatnya Alauddin Ali bin Nafis, Dokter Muslim Suriah

 

750 tahun yang lalu, tanggal 21 Dzulqadah 687 Hq, Ibnu Nafis, dokter muslim meninggal dunia.

 

Alauddin Ali bin Nafis, ilmuwan dan dokter muslim terlahir di Damaskus, Suriah. Ia belajar ilmu-ilmu keislaman di tempat kelahirannya. Ilmu kedokteran dipelajarinya pada para ilmuwan terkenal di masanya. Setelah mengkaji dan melakukan penelitian yang mendalam di bidang kedokteran, akhirnya ia memiliki kemampuan luar biasa.

 

Salah satu buku pertama yang ditulisnya Ibnu Nafis merupakan penjelasan bagian anatomi dari buku al-Qanun, karya Ibnu Sina. Dalam bukunya ini, Ibnu Nafis menjelaskan sirkulasi darah di dalam paru-paru. Penemuan Ibnu Nafis ini dilakukannya tiga abad sebelum ilmuwan Eropa menyatakan telah menemukan sirkulasi darah. Oleh karenanya, berdasarkan pandangan sejumlah peneliti, keberhasilan para ilmuwan Eropa menemukan sirkulasi darah ini mengambil teori yang dibuat oleh Ibnu Nafis.

 

Buku al-Syamil merupakan karya lain Ibnu Nafis yang menjelaskan teknik pembedahan dan membahasnya secara luas.

 

Pasukan Sekutu Menduduki Iran

 

75 tahun yang lalu, tanggal 3 Shahrivar 1320 Hs, pasukan sekutu menduduki Iran.

 

Dalam Perang Dunia Kedua, pasukan Sekutu menduduki Iran. Pada tahun itu, kemajuan tentara Nazi yang cepat ke arah Soviet menyebabkan kekhawatiran yang besar dari AS, Perancis, dan Inggris. Karena jika Nazi berhasil menguasai Soviet, kepentingan Barat di Timur Tengah dan Timur Jauh berada dalam bahaya dan peluang  kemenangan Jerman akan semakin besar. Oleh karena itu, Sekutu memutuskan untuk mengirimkan senjata dan biaya kepada Soviet melalui Iran.

 

Pada pagi hari tanggal 3 Shahrivar 1320 Hs, Iran diserang lewat darat, laut, dan udara oleh tentara Soviet dan Inggris. Rezim despotik Shah Reza Khan yang berkuasa saat itu tidak berhasil melakukan perlawanan berarti, sehingga dua puluh hari kemudian, Teheran berhasil dikuasai oleh Inggris dan Soviet. Berdasarkan kesepakatan London dan Moskow, Shah Reza  Khan digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke luar negeri. Anak Reza Khan kemudian diangkat sebagai penggantinya.

 

Dimulainya Perundingan Damai Iran-Irak dengan Pengawasan PBB

 

28 tahun yang lalu, tanggal 3 Shahrivar 1367 Hs, dimulainya perundingan damai Iran dan Irak dengan pengawasan PBB

 

Berhentinya suara tembakan artileri dan senjata di medan perang dan berakhirnya perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran, perjuangan di medan politik belum berhenti, tapi justru mengambil dimensi yang lebih luas. Karena dimulainya babak baru dari upaya diplomasi dengan tujuan menerapkan secara keseluruhan resolusi 598 Dewan Keamanan PBB.

 

Sekaitan dengan masalah ini, sore hari tanggal 3 Shahrivar 1367 (24 Agustus 1988) merupakan perundingan pertama antara menteri luar negeri Iran dan Irak bersama sekjen PBB di Jenewa. Sekalipun dalam perundingan ini pembicaraan yang dilakukan tidak transparan dan dalam penerapan butir-butir resolusi tidak dihasilan kemajuan, tapi Republik Islam Iran selama 20 hari perundingan berhasil meraih publikasi politik.

 

Delegasi Iran berhasil menyampaikan apa yang dimilikinya dengan penuh kesabaran untuk mencegah Irak melanggar kesepakatan yang ada. Periode kedua perundingan diselenggarakandi New York pada 3 Mehr 1367 dan membicarakan banyak masalah perang dan resolusi 598.

 

Pierre Currie Lahir

 

157 tahun yang lalu, tanggal 24 Agustus  tahun 1859, Pierre Currie, ilmuwan fisika Perancis terlahir ke dunia di kota Paris.

 

Kemampuan Currie di bidang matematika dan fisika sudah terlihat sejak masa mudanya dan dia melakukan penelitian yang luas di bidang ini. Pada tahun 1898, dengan bantuan istrinya Marie, Pierre Currie berhasil menemukan radium. Pada tahun 1906, Pierre Currie meninggal dunia.

 

Perjuangan Tembok Ratapan Dimulai

 

87 tahun yang lalu, tanggal 24 Agustus  tahun 1929, dimulai perjuangan "Tembok Ratapan" di Baitul Maqdis, Palestina.

 

Tembok Ratapan terletak di bagian barat Masjid al-Aqsa, tempat Mikrajnya Nabi Muhammad Saw. Oleh karena itu, masjid ini memiliki posisi penting dalam agama dan sejarah umat Islam. Seminggu sebelum dimulainya perjuangan Tembok Ratapan ini, rezim Zionis dengan dukungan Inggris memulai gerakan melawan kaum Muslim dalam upaya untuk menduduki wilayah Palestina. Tindakan rezim Zionis inilah yang memacu timbulnya perjuangan Tembok Ratapan di Baitul Maqdis dan secara cepat meluas ke kota-kota lainnya.

 

Inggris kemudian memberlakukan pemerintahan militer di Palestina. Pasukan Zionis dan Inggris selama satu minggu berusaha memadamkan perlawanan rakyat Palestina. Akhirnya, setelah jatuh ratusan korban yang tewas dan luka-luka, perjuangan rakyat Palestina untuk sementara terhenti. Penguasa Inggris di Palestina kemudian mengadili lebih dari delapan ratus orang Palestina dan menghukum mereka.