Aug 25, 2016 06:12 Asia/Jakarta

Hari ini, Kamis tanggal 25 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 22 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 4 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Perang Salib Dimulai

 

921 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus  tahun 1095, dimulailah rangkaian Perang Salib antara kaum Muslimin dan kaum Kristiani.

 

Tujuan jangka pendek orang-orang Kristen adalah menguasai Baitul maqdis, namun tujuan mereka sesungguhnya adalah bergerak ke arah Timur untuk menguasai wilayah Islam yang luas dan menjajah kaum Muslimin. Para pengikut gereja dalam perang ini menggunakan tanda salib di pundak dan baju mereka. Oleh karena itulah perang ini dikenal dengan nama Perang Salib.

 

Tentara Salib setelah beberapa kali berperang dengan kaum Muslimin sepanjang perjalanan menuju Baitul Maqdis, akhirnya berhasil mencapai kota ini dan menjajahnya pada tahun 1099. Rakyat kota ini dibunuh massal dan harta benda mereka dijarah. Pada akhir abad ke-12, pasukan Muslim di bawah pimpinan Salahuddin al-Ayubi berhasil mengalahkan Tentara Salib dan pada tahun 1187, kota Baitul Maqdis berhasil direbut kembali oleh kaum Muslimin.

 

Perang antara kedua pihak masih terus berlangsung hingga tahun 1270, tetapi Tentara Salib tetap tidak mampu merebut kembali kota Baitul Maqdis. Namun demikian, perang ini telah memperkenalkan peradaban Islam kepada Barat dan memberikan pengaruh kebudayaan, ilmu, dan sosial yang besar terhadap Eropa abad pertengahan.

 

Allamah Tabarsi Menyelesaikan Penulisan Buku Tafsir Majma Al-Bayan

 

901 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulqadah 536 Hq, Allamah Tabarsi menyelesaikan penulisan buku tafsir Majma al-Bayan.

 

Buku Tafsir Majma al-Bayan merupakan karya ahli tafsir terkenal Allamah Sheikh Tabarsi. Beliau dikenal dengan sebutan Amin al-Islam (Amanat Islam). Sebutan itu diberikan berkat keutamaan, kejujuran dan amanatnya dalam ilmu-ilmu Islam seperti fiqih, hadis dan tafsir.

 

Tafsir Majma al-Bayan merupakan satu dari buku tafsir penting al-Quran yang pernah ditulis oleh ulama Islam. Tafsir ini banyak mengulas sastra yang digunakan dalam al-Quran, selain tema-tema penting lainnya. Buku ini telah dicetak berkali-kali, namun Allamah Sheikh Tabarsi berhasil merampungkan penulisan buku tafsir monumentalnya ini pada tanggal 22 Dzulqadah 536 Hq.

 

Uruguay Merdeka

 

191 tahun yang lalu, tanggal 25 Agustus 1825, Uruguay berhasil meraih kemerdekaaannya dari Brazil dan hari ini dijadikan sebagai Hari Kemerdekaan bangsa Uruguay.

 

Uruguay sejak tahun 1516 dijajah oleh Portugis dan Spanyol. Antara tahun 1810 hingga 1814, setelah terjadi pertempuran berdarah, negara ini meraih kemerdekaannya. Namun, pada tahun 1820, Brazil menjajah negeri ini dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi bagian dari Brazil. Lima tahun kemudian, pada kebangkitan gerakan kemerdekaan Amerika Latin, Uruguay juga berhasil meraih kemerdekaannya kembali.

 

Uruguay memiliki luas wilayah 176.215 kilometer persegi, terletak di bagian timur Amerika Selatan dan di tepi Samudera Atlantik, serta berbatasan dengan Brazil dan Argentina.

 

Wafatnya Mulla Mohammad Ali Nuri Isfahani

 

184 tahun yang lalu, tanggal 22 Dzulqadah 1253 Hq, Mulla Nuri Isfahani merupakan seorang arif  abad 13 meninggal di Isfahan.

 

Mulla Mohammad Ali Nuri Isfahani adalah seorang arif besar Islam yang lahir di kota Nur. Di tempat tinggalnya, Mulla Nuri Isfahani lebih memilih hidup sendiri untuk berpikir dan meriah kesempurnaan jiwa. Mulla Nuri Isfahani rutin melakukan pensucian jiwa.

 

Setelah beberapa lama hidup menyepi, Mulla Nuri Isfahani pergi ke India. Setelah tinggal di India untuk beberapa waktu, Mulla Nuri Isfahani kembali ke Iran. Namun dalam perjalanan pulang lewat laut, gelombang besar membuat semua buku dan catatan pentingnya musnah.

 

Beliau meningalkan karya seperti Syarah Lum'ah dan catatan pinggir Matsnawi, karya Mowlavi.

 

Haji Mahdi Araqy dan Putranya Hisam Gugur

 

37 tahun yang lalu, tanggal 4 Shahrivar 1358 Hs, Haji Mahdi Araqy dan putranya Hisham, gugur syahid karena dibunuh kelompok munafik Mujahidin al-Khalq di Iran.

 

Haji Mahdi Araqy adalah pejuang garis depan Revolusi Islam Iran. Selama bertahun-tahun sebelum revolusi mencapai kemenangannya, beliau sudah berjuang melawan Rezim Shah. Akibatnya, beliau bertahun-tahun dipenjara oleh rezim Shah dan mengalami berbagai penderitaan.

 

Setelah kemenangan revolusi, Haji Mahdi terus berjuang disisi Imam Khomeini demi mempertahankan Revolusi Islam. Beliau memiliki tempat khusus di sisi Imam Khomeini sampai-sampai Imam menyebutnya sebagai saudara dan anaknya sendiri.

 

Setelah syahidnya Haji Mahdi Araqy, Imam Khomeini berkata, "Kesyahidan Haji Mahdi Araqy sangat berat bagi saya, namun kita harus berbahagia karena dia gugur syahid di jalan Allah. Dia memang harus gugur syahid karena baginya kematian di atas tempat tidur adalah kehinaan."