Aug 27, 2016 05:26 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 26 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 23 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 5 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Nabi Memerintahkan Umat Islam Perangi Yahudi Bani Quraidhah

 

1432 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulqadah 5 Hq, Nabi Muhammad Saw memerintahkan umat Islam perangi Yahudi Bani Quraidhah.

 

Orang Yahudi dari Bani Quraidhah memiliki perjanjian damai dan pertahanan bersama dengan umat Islam Madinah. Tapi saat terjadi perang Khandaq atau yang dikenal dengan nama Ahzab, karena pihak musuh terdiri dari kelompok-kelompok seperti Yahudi, Musyrik dan kabilah-kabilah Arab lainnya, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah bergabung dengan musuh. Sikap mereka bergabung dengan musuh berarti telah melanggar perjanjian yang telah dilakukan dengan umat Islam di Madinah.

 

Bergabungnya orang-orang Yahudi Madinah dengan sendirinya memperkuat pasukan musuh dan sebaliknya, melemahkan semangat umat Islam. Oleh karenanya, pasca kemenangan umat Islam dalam perang Khandaq ini lewat Imam Ali as, Rasulullah Saw pada 23 Dzulqadah 5 Hq memerintahkan umat Islam segera bersiap-siap menuju daerah Bani Quraidhah.

 

Daerah tempat tinggal Yahudi Bani Quraidhah dikelilingi oleh benteng yang kokoh dan mampu bertahan dari blokade umat Islam selama 15 hari (menurut riwayat lain 25 hari). Akhirnya, Yahudi Bani Quraidhah menyerah setelah melihat tidak ada jalan lain. Mereka rela diperlakukan seperti apapun, tapi dengan syarat Saad bin Mu'adz, seorang sahabat Nabi yang memutuskan. Permintaan mereka itu dipenuhi oleh Nabi Muhammad Saw.

 

Saad bin Mu'adz ternyata memutuskan agar mereka dijatuhi hukuman yang berat bagi mereka. Setiap pria yang berperang harus dibunuh yang kemudian diterima oleh Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, fitnah dan pengkhianatan yang dilakukan Yahudi Bani Quraidhah tercerabut dari akarnya.

 

Ibnu Najjar Lahir

 

859 tahun yang lalu, tanggal 23 Dzulqadah 578 Hijriah, Ibnu Najjar, seorang sejarawan, ahli hadis, dan sastrawan muslim terkenal, terlahir ke dunia di kota Baghdad.

 

Ibnu Najjar memulai pendidikan agamanya sejak kecil dengan cara menghapal al-Quran dan kemudian melakukan perjalanan ke berbagai kota untuk menuntut ilmu.

 

Dalam perjalanannya tersebut, selain mengumpulkan hadis dan melengkapi pengetahuan agamanya, Ibnu Najjar juga melakukan berbagai penelitian sejarah. Ibnu Najjar banyak menulis buku-buku, di antaranya berjudul "Manaqibul Imam".

 

Artileri Mulai Digunakan Dalam Perang

 

670 tahun yang lalu, tanggal 26 Augustus tahun 1346, untuk pertama kalinya dalam sejarah, artileri digunakan dalam perang.

 

Tentara Inggris menggunakan artileri untuk pertama kalinya dalam perang melawan Perancis.

 

Raja Perancis saat itu, Philip Keenam, semula berada di ambang kemenangan karena memiliki jumlah tentara yang jauh lebih banyak daripada tentara Inggris. Namun, dengan digunakannya artileri oleh Inggris, Perancis terpaksa menelan kekalahannya.

 

Piagam HAM Disahkan di Perancis

 

227 tahun yang lalu, tanggal 26 Augustus 1789, menyusul kemenangan Revolusi Perancis, parlemen negara ini mengesahkan piagam Hak Asasi Manusia (HAM).

 

Piagam ini dipengaruhi oleh ide pemikiran era Renaisance seperti Jean Jacques Rousseau yang menekankan kebebasan. Namun demikian, isi piagam ini tidak mendapat respon di dalam negeri Perancis sendiri dan negara-negara lain Eropa untuk beberapa waktu.

 

Pemerintah Barat yang dengan ganas menginjak-injak hak bangsa negara yang sedang berkembang, malah mengklaim dirinya sebagai pembela HAM. Tak hanya itu, Barat juga memanfaatkan isu HAM untuk menghadapi negara-negara lain yang menentangnya.

 

Ali Akbar Kaveh Wafat

 

26 tahun yang lalu, tanggal 5 Shahrivar 1369 Hs, Ali Akbar Kaveh, guru besar di bidang seni kaligrafi Iran, meninggal dunia.

 

Seniman ini lahir di kota Shiraz, Iran, pada tahun 1312. Sejak kecil, dia sudah mengenal karya-karya kaligrafi dan jenis huruf Nast'aliq.

 

Secara bertahap, Ali Akbar Kaveh mendalami bidang ini dengan belajar kepada seniman-seniman terkenal saat itu, seperti Mirza Taher Katib Humayun Hamedani dan Saifi Qazuni. Ali Akbar Kaveh selama bertahun-tahun mengabdi di Persatuan Penulis Kaligrafi Iran dan mendidik banyak seniman.