Aug 30, 2016 06:26 Asia/Jakarta

Hari ini, Selasa tanggal 30 Agustus 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 27 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 9 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Teymoor Lang Bantai Ribuan Warga Kota Baghdad

 

633 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulqadah 804 Hq, Teymoor Lang membantai ribuan warga kota Baghdad.

 

Teymoor Gorgani yang dikenal dengan Teymoor Lang selama berkuasa 36 tahun tiga kali melakukan serangan brutal; tiga, lima dan 7 tahun ke daerah-daerah sekitar Iran.

 

Setiap kali menyerang ia membantai ratusan warga yang hidup di sana. Setiap kali berhasil menguasai sebuah kota, ia membuat menara dari kepala-kepala korbannya dan meninggalkan kesan akan kebengisannya.

 

Pada tanggal 27 Dzulqadah 804 Hq Teymoor Lang bersama pasukannya menyerang dan menguasai kota Baghdad yang pada tahun 565 Hq diserang oleh Hulagu Khan dan membantai rakyat kota ini. Karena beberapa dari tentaranya tewas dalam serangan ini, Teymoor Lang memerintahkan setiap tentara harus membawa dua kepala. Memenuhi perintah itu, tentaranya melakukan pembantaian besar-besaran di Baghdad yang mengakibatkan ribuan warga, tidak peduli orang tua atau anak kecil, laki-laki atau perempuan dibunuh untuk memenuhi perintah Teymoor Lang.

 

Setelah melakukan pembantaian dan kejahatan yang tiada taranya itu, Teymoor Lang memerintahkan pasukannya untuk menjarah apa saja yang ada dan meninggalkan Baghdad dalam keadaan rusak.

 

Azad Bilgrami Meninggal Dunia

 

237 tahun yang lalu, tanggal 27 Dzulqadah tahun 1200 Hq, Azad Bilgrami, sejarawan dan sufi muslim asal India meninggal dunia.

 

Sejak usia remaja, ia sudah mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman, juga bahasa Arab dan Persia. Dalam dua bahasa asing itu, Bilgrami bahkan sampai memiliki kemampuan membuat syair-syair yang bermutu.

 

Karena kemampuannya yang brilian dalam membuat syair-syair yang memuji Rasulullah Saw, Bilgrami digelari sebagai "Orang Baik India". Di antara karya-karya Bilgrami adalah buku berjudul "Delgosha Name", dan "Matsnawi".

 

Imam Musa Sadr Hilang

 

38 tahun yang lalu, tanggal 9 Shahrivar 1357 Hs, Imam Musa Sadr dinyatakan hilang setelah diundang ke Libya.

 

Imam Musa Sadr lahir di kota Qom pada 1307 Hs. Setelah menyelesaikan  pendidikan dasar agamanya, beliau kemudian belajar kepada ayahnya Ayatullah Sayid Sadr ad-Din, Ayatullah Sayid Mohammad Mohaqqeq Damad, Sayid Hossein Boroujerdi dan Imam Khomeini ra. Setelah itu beliau menuju kota Najaf, Irak untuk melanjutkan pendidikan agamanya di sana hingga mencapai mujtahid.

 

Pasca wafatnya Ayatullah Sayid Abdul Husein Syarafuddin, Imam Musa Sadr memegang tampuk kepemimpinan Syiah Lebanon. Di masa kepemimpinannya, beliau berhasil mengubah kondisi budaya, sosial dan politik warga Syiah di Lebanon Selatan dan untuk itu beliau menggagas pendirian "Harakah al-Mahrumin" (Gerakan Pengentasan Kemiskinan).

 

Pejuang Islam yang tak kenal lelah ini senantiasa berusaha menciptakan persatuan antara negara-negara Arab dan memobilisasi mereka mengisolasi rezim Zionis Israel. Beliau melakukan perjalan ke negara-negara Arab untuk memperkuat Harakah al-Mahrumin dan membeli senjata. Perlahan-lahan beliau menjadi tokoh politik penting internasional.

 

Ketika Libya mengundang Imam Musa Sadr ke negaranya, dalam perjalanan ke negara ini, pada 9 Shahrivar 1357 Hs, beliau menghilang dan tidak ada kabarnya. Sekalipun banyak berita tentang beliau yang kontradiktif mengenai apakah beliau masih hidup atau tidak, tapi tidak ada dokumen yang betul-betul dapat dipercayai mengenai nasib beliau.

 

Naji Ali Gugur

 

29 tahun yang lalu, tanggal 30 Agustus 1987, Naji Ali, seorang desainer dan karikaturis terkenal Palestina gugur syahid.

 

38 hari sebelumnya, yaitu tanggal 22 Juli 1987, Naji Ali diteror oleh agen mata-mata Israel, Mossad di kantornya di kota London. Setelah 38 hari koma, Naji Ali akhirnya gugur syahid.

 

Naji Ali dilahirkan pada tahun 1937 di Palestina dan pada masa kecilnya, akibat represi rezim Zionis, dia dan keluarganya harus tinggal di daerah pengungsian "Ainul Halwa" di selatan Libanon.

 

Dengan kemampuannya yang besar di bidang desain dan karikatur, Naji Ali berjuang untuk membuka mata dunia mengenai kekejaman rezim Zionis. Enam bulan kemudian, Organisasi Penerbit Internasional menganugerahkan hadiah "Pena Emas Perdamaian" kepada Naji Ali.