Sep 02, 2016 05:35 Asia/Jakarta

Hari ini, Jumat tanggal 2 September 2016 yang bertepatan dengan penanggalan Islam 30 Dzulqadah 1437 Hijriah Qamariah. Sementara menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Shahrivar 1395 Hijriah Syamsiah. Berikut ini peristiwa bersejarah yang terjadi di hari di tahun-tahun yang lampau.

Imam Jawad  as Gugur Syahid

 

1217 tahun yang lalu, di hari terakhir bulan Dzulqadah tahun 220 Hijriah, Muhamad Taqi bin Ali al-Jawad, imam kesembilan para pengikut Ahlul Bait, gugur sebagai syahid di tangan musuh-musuh Islam.

 

Imam Jawad adalah generasi kedelapan keturunan Rasulullah Saw. Beliau dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 195 Hijriah.

 

Setelah ayahandanya Imam Ali Ridha as gugur di tangan Khalifah Makmun, Imam Jawad as menerima tampuk imamah atau kepemimpinan atas umat Islam. Pada masa imamah Imam Jawad, ilmu-ilmu keislaman tengah berkembang pesat dan faham-faham baru dari dunia luar seperti berbagai aliran filsafat Yunani mulai masuk kepada masyarakat Islam. Sebagai orang yang dikenal memiliki ilmu sangat tinggi, Imam Jawad menjadi pusat kunjungan para ulama dan cendekiawan muslim yang ingin mempelajari ilmu-ilmu keislaman.

 

Imam juga aktif mengadakan berbagai pengajian dan majelis-majelis diskusi dengan para ilmuwan zaman itu. Dalam berbagai kesempatan, Imam juga secara konsisten menunjukkan berbagai kebobrokan pemerintahan represif Bani Abbasiah saat itu. Tindakan-tindakan politik Imam Jawad inilah yang membuat gerah kalangan istana yang saat itu dipimpin oleh Khalifah Mu'tasim.

 

Akhirnya, Mu'tasim mengambil langkah pintas namun keji untuk membungkam gerakan Imam Jawad as dengan cara membunuhnya. Imam Jawad gugur sebagai syahid menyusul jejak langkah ayahanda dan para pendahulunya pada usia yang masih sangat muda, yaitu 25 tahun. Berikut ini salah satu hadis yang diriwayatkan dari beliau,

 

"Siapapun yang beramal tanpa pengetahuan, ia pasti tidak akan mampu melakukan perbaikan. Alih-alih melakukan perbaikan, ia malah akan melakukan kerusakan".

 

Perancis Kalah Perang Melawan Ottoman

 

215 tahun yang lalu, tanggal 2 September 1801, setelah terjadi beberapa peperangan antara tentara Ottoman yang bersekutu dengan tentara Inggris melawan tentara Perancis, Perancis mengalami kekalahan besar.

 

Setelah Napoleon menjajah Mesir, Inggris yang pada masa itu merupakan pesaing utama Perancis dalam bidang ekonomi dan militer merasa kepentingannya terancam. Oleh karena itu, Inggris dengan tujuan mengeluarkan Perancis dari Mesir dan mencegah kemajuan tentara Perancis, bekerja sama dengan pemerintah Ottoman.

 

Setelah kembalinya Napoleon ke Perancis, tentara Perancis yang ada di Mesir menjadi semakin lemah dan setelah mendapat serangan beruntun dari Inggris dan Ottoman, akhirnya mereka kalah dan terpaksa meningalkan Mesir.

 

Perang Dunia II Berakhir

 

71 tahun yang lalu, tanggal 2 September 1945, dengan menyerah tanpa syaratnya Jepang, Perang Dunia II dinyatakan berakhir.

 

Setelah kekalahan susul-menyusul Jepang melawan pasukan Sekutu di perang dan dijatuhkannya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki oleh AS, akhirnya pasukan Jepang terpaksa menyerah kalah. Kejadian ini terjadi  empat bulan setelah menyerahnya Jerman. Kemudian diadakan perjanjian Postdam yang berisi penyerahan Jepang kepada Sekutu.

 

Berdasarkan perjanjian ini, komandan umum militer Jepang diserahkan kepada Jenderal MacArthur dari AS. Pada tahun 1951, 49 negara dunia mengadakan perjanjian damai dengan Jepang dan setahun kemudian Jepang kembali memegang pemerintahannya sendiri.

 

Profesor Mahmoud Hesabi Meninggal Dunia

 

24 tahun yang lalu, tanggal 12 Shahrivar 1371 Hs, Profesor Hesabi meninggal dunia di usia 90 tahun dan dikuburkan di kota Tafresh.

 

Dr Mahmoud Hesabi, putra Abbas Hesabi "Mo'ez al-Sultaneh", lahir di Teheran, 1281 Hs. Pendidikan dasarnya di sekolah Perancis di Beirut bernama "Ferrer", dan lulus sekolah menengah di American College of Beyrut, dan mengambil sarjana mudanya dari sana. Dr Hesabi dikenal sebagai listrik insinyur di Paris Electric High School dan mendapat gelar Ph.D. di bidang Fisika dari Universitas Sorbonne, Perancis. Ia beberapa kali melakukan perjalanan ke Prancis, Inggris dan Amerika.

 

Karya Dr Hesabi adalah: Sensitiveness of photoelectric cells (dalam bahasa Perancis), Our way (dalam bahasa Perancis), Iranian Names (dalam bahasa Persia), "Physical Eyes" untuk siswa fisika, dan beberapa esai tentang Inggris, Perancis dan Amerika di majalah fisika, tentang struktur elemen dasar dari atom.

 

Ia adalah anggota dari Dewan Lembaga Atom Chicago. Ia belajar Quran oleh ibunya sebelum usia 7 dan kemudian buku puisi Hafez dan Gulistan dan Bustan milik Sa'di.

 

Dia adalah seorang mahasiswa yang sukses. Selama belajar nya di universitas ia mendapat 8 derajat (BA, MA, dan Ph.D.) literatur, insinyur sipil, kedokteran, matematika, astronomi, biologi, insinyur listrik, insinyur tambang dan fisik Ph.D. dengan tingkat pertama, hanya selama tujuh tahun.